Example 970x250

Kunker DPR RI ke Sulteng, Wagub Ungkap Ancaman Serius Bencana dan Wabah

Kunker DPR RI ke Sulteng, Wagub Ungkap Ancaman Serius Bencana dan Wabah
Kegiatan kunjungan Komisi VIII DPR RI yang diterima langsung Wagub Sulteng Reny Lamadjido, di ruang Polibu Kantor Gubernur setempat, Kamis, 9 April 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Sulawesi Tengah (Sulteng) dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat untuk menyampaikan sejumlah persoalan krusial. Mulai dari ancaman bencana alam hingga Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak yang tengah dihadapi daerah tersebut.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, mengungkapkan hal itu saat menerima rombongan Komisi VIII DPR RI di ruang Polibu Kantor Gubernur, Kamis, 9 April 2026.

Rombongan dipimpin oleh Sigit Purnomo Said, yang datang bersama perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos), sekaligus menyalurkan bantuan sosial dan kebencanaan.

Reny menegaskan, bahwa Sulteng masih menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, baik yang bersifat alam maupun non-alam.

Ia lantas mengingatkan kembali peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018 silam, yang menjadi pengalaman besar bagi daerah dalam membangun sistem mitigasi yang lebih tangguh.

BACA JUGA:  Polsek Kulawi Berikan Edukasi dan Sosialisasi Vaksinasi Anak

“Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi kami untuk mengintegrasikan pembangunan tangguh bencana guna menekan risiko korban jiwa dan kerugian materi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi bencana lain seperti banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi. Di sisi lain, Sulteng saat ini tengah menghadapi KLB campak yang membutuhkan penanganan serius.

Sebagai langkah cepat, kata dia, pemerintah daerah tengah melaksanakan program imunisasi tambahan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar anak-anak balita.

Ia berharap kunjungan Komisi VIII DPR RI bersama kementerian dan lembaga mitra dapat memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana, termasuk dukungan terhadap penanggulangan wabah penyakit.

BACA JUGA:  Wapres Tanggapi soal APDESI Minta Dana Desa 10 Persen APBN

“Mudah-mudahan kedatangan bapak dan ibu Komisi VIII DPR RI membawa berkah dan bantuan bagi Sulteng,” tandasnya.

Usai pertemuan, rombongan Komisi VIII DPR RI dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana. Di antaranya kawasan Pantai Taman Ria yang menjadi lokasi masjid terapung terdampak tsunami, serta Kelurahan Balaroa yang terdampak likuefaksi pada 2018 silam.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *