Ragam  

DPRD Parigi Moutong Dorong Regenerasi Aparat di Rekrutmen Akpol-Akmil dari Putra Daerah

DPRD Parigi Moutong Dorong Regenerasi Aparat di Rekrutmen Akpol-Akmil dari Putra Daerah
Anggota DPRD Parigi Moutong, Husen Mardjengi. (Foto: Dok FOKUSSULAWESI.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendorong adanya regenerasi aparat negara yang berasal dari putra-putri daerah setempat melalui jalur pendidikan kedinasan, khususnya Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil).

Menurut anggota DPRD Parigi Moutong, Husen Marjengi, tujuannya untuk memperkuat peran generasi lokal di tingkat nasional.

Ia menilai, hingga saat ini keterwakilan putra-putri daerah Parigi Moutong di lembaga pendidikan kedinasan, seperti Akpol dan Akmil masih sangat minim jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

“Putra-putri Parigi Moutong yang berhasil masuk Akpol atau Akmil masih bisa dihitung dengan jari. Padahal, daerah ini tidak kekurangan generasi muda yang memiliki kecerdasan dan potensi,” ujar Husen dalam rapat paripurna istimewa DPRD Parigi Moutong bersama unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah setempat belum lama ini.

BACA JUGA: DPRD Parigi Moutong Pastikan Aspirasi Masyarakat Masuk Program Pembangunan

Regenerasi aparat dari putra daerah penting untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan representasi daerah dalam institusi strategis negara.

BACA JUGA: Isu PPPK ‘Siluman’ Mencuat, DPRD Parigi Moutong Desak Pemda Evaluasi

Menurutnya, kehadiran putra-putri daerah di tubuh TNI dan Polri juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat disampaikan kepada jajaran kepolisian dan TNI, mulai dari Kapolres, Kapolda, hingga Kapolri, agar membuka ruang serta memberikan perhatian lebih bagi anak-anak daerah Parigi Moutong dalam proses seleksi pendidikan Akpol maupun Akmil.

Ia pun menyinggung aturan domisili dalam seleksi pendidikan kedinasan. Menurutnya, apabila terdapat ketentuan minimal masa domisili, maka putra-putri daerah yang lahir dan besar di Parigi Moutong seharusnya memperoleh kesempatan yang adil.

“Paling tidak dia adalah putra kelahiran Parigi Moutong. Kami rindu melihat putra daerah memiliki bintang di pundaknya,” katanya.

Selain mendorong regenerasi aparat, ia pun turut menyoroti maraknya peredaran narkotika, khususnya jenis sabu di Parigi Moutong yang dinilainya sudah sangat mengancam masa depan generasi muda.

Sehingga, ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional dalam memberantas narkoba.

“Pentingnya menjaga komunikasi dan harmonisasi Forkopimda Parigi Moutong. Menurutnya, soliditas pimpinan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah ke depan. Jika harmonisasi Forkopimda tidak terbangun dengan baik, maka daerah ini akan sulit memiliki masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *