JURNAL LENTERA, MOROWALI – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menargetkan perluasan akses internet hingga ke ratusan desa yang selama ini belum terjangkau jaringan memadai.
Untuk mendukung percepatan transformasi digital tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng akan memasang sekitar 160 perangkat Starlink tahun ini, dengan prioritas di sekolah-sekolah.
Menurut Anwar Hafid, masih terdapat sekitar 600 desa di Sulteng yang belum memiliki akses internet yang memadai. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan pendidikan, informasi, dan pelayanan publik berbasis digital.
Melalui program BERANI Berdering, Pemprov Sulteng berupaya mempercepat pemerataan akses internet dengan memasang sekitar 160 perangkat Starlink, terutama di jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Tahun ini pemerintah memprioritaskan pemasangan sekitar 160 perangkat Starlink, terutama di SD, SMP, dan SMA agar proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan dengan baik,” ujar Anwar Hafid saat memimpin rapat koordinasi program prioritas bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, di aula SMA Negeri 1 Bungku Tengah, Kabupaten Morowali pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pemerataan akses internet merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah terpencil yang selama ini masih mengalami keterbatasan konektivitas.
Selain menyoroti transformasi digital, ia juga menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki tanggung jawab bersama untuk mempercepat pelaksanaan sembilan program BERANI yang menjadi prioritas Pemprov Sulteng.
“Kami ditugaskan oleh negara membantu kepala daerah kabupaten/kota dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan maupun sosial,” katanya.
Sembilan program BERANI lahir dari aspirasi masyarakat dan menjadi pedoman seluruh perangkat daerah dalam menyusun serta menjalankan program pembangunan.
Pada sektor pendidikan melalui BERANI Cerdas, ia meminta seluruh kepala sekolah tidak hanya berfokus pada pelaksanaan sekolah gratis maupun penyaluran beasiswa. Tetapi, juga memastikan tidak ada lagi anak Sulteng yang putus sekolah karena persoalan biaya.
Di bidang kesehatan melalui BERANI Sehat, pemerintah juga memberikan jaminan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di luar cakupan BPJS Kesehatan, termasuk biaya visum, kecelakaan tunggal, hingga korban tawuran.
Sedangkan BERANI Menyala, Pemprov terus mengupayakan pemerataan akses listrik. Di mana, masih terdapat delapan desa di Kabupaten Morowali yang belum menikmati aliran listrik. Secara keseluruhan masih ada 86 desa di Sulteng yang belum berlistrik.
Di sektor infrastruktur, BERANI Lancar difokuskan pada percepatan pembangunan jalan dan konektivitas antarwilayah.
“Sedangkan BERANI Panen Raya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Melalui BERANI Berkah, ia pun mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Begitu pula dengan BERANI Berintegritas difokuskan pada pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Mata dan telinga gubernur di lapangan adalah bapak dan ibu sekalian. Saya berharap seluruh jajaran bekerja dengan penuh tanggung jawab. Seluruh jajaran pemerintah daerah harus memperkuat kolaborasi agar seluruh program BERANI dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulteng,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in











