“Setelah penyerahan bantuan dari program DKP Parigi Moutong tersebut, saya tidak lagi dilibatkan dalam pengelolaannya,” ujar Anwar saat ditemui di lokasi objek wisata pantai Polindolara di Desa Pelawa.
Sebab, terkait pengelolaannya hanya ditangani oleh ketua kelompok Bintang Fajar yang diketahui bernama Made Wenten.
“Perekrutan saya dalam kelompok Bintang Fajar hanya formalitas untuk memenuhi syarat kelompok penerima manfaat,” ungkap Anwar.
Dalam kelompok pennerima manfaat tersebut, kata dia, hanya dua orang yang memang berdomisili di Desa Pelawa dilibatkan dalam kelompok Bintang Fajar.
“Kalau tidak keliru, waktu itu warga di Desa Pelawa yang dilibatkan dalam kelompok Bintang Fajar tersebut hanya saya dengan pak Madi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Budidaya Dislutkan Parigi Moutong Nusmawati Malela mengatakan, awalnya pembudidaya masih bergerak secara individu. Sejak adanya program bantuan tersebut dan mensyaratkan penerima manfaat harus berbentuk kelompok, maka dibentuklah kelompok.
Sedangkan pembentukan kelompok penerima manfaat tersebut berdasarkan hasil rembuk warga. Bahkan diketahui oleh masing-masing Kepala Desa.
Setelah terbentuk kelompoknya, kata dia, barulah mereka membuat proposal yang kemudian diajukan kepada Dislutkan Parigi Moutong.
Ia juga menjelaskan, ada sebanyak ada empat kelompok penerima manfaat yang mendapatkan program budidaya ikan tersebut.
“Kelompok yang mendapatkan bantuan atau program tersebut adalah kelompok yang sudah sejak lama beraktifitas dalam budidaya ikan jauh sebelum masuknya program,” kata Nusmawati saat ditemui di ruang kerjanya belum lama.
Sedangkan jumlah anggota dalam kelompok penerima manfaat bervariasi. Ada yang beranggotakan 10 orang dan ada pula yang beranggotakan tujuh orang.
“Bahkan, pada saat penyusunan proposal kelompok budidaya ikan tersebut diberikan pendampingan oleh petugas penyuluh lapangan (PPL) di Dislutkan Parigi Moutong,” tandasnya.
Laporan : Roy L. Mardani










