Example 970x250

Lansia Ditemukan Meninggal di Perkebunan Parigi Moutong

Lansia Ditemukan Meninggal di Perkebunan Parigi Moutong
Tenaga medis saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah lansia usia ditemukan pada Selasa malam, 7 April 2026. (Foto: Dok Polres Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Seorang pria lanjut usia (lansia), Linton Lowo (61 tahun) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan Desa Tomini, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa malam, 7 April 2026, sekitar pukul 18.30 WITA.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti meninggal warga lansia tersebut.

Kapolsek Tomini, IPTU Sumarlin, mengatakan warga lansia tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam pondok kebunnya.

Berdasarkan informasi awal, warga lansia tersebut berangkat ke kebun sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WITA. Namun hingga sore harinya tidak kembali ke rumah. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga.

Pencarian kemudian dilakukan oleh seorang saksi, Yorim (18 tahun) bersama warga lainnya. Saat ditemukan, warga lansia tersebut berada dalam posisi terlentang tanpa mengenakan baju, dengan kepala beralaskan kaus miliknya.

Di sekitar lokasi juga ditemukan sepeda motor serta barang-barang pribadi milik yang bersangkutan seperti parang, sepatu, dan tas dalam kondisi utuh di dalam pondok.

BACA JUGA:  Polres Parigi Moutong Musnahkan Ratusan Liter Miras Hasil Operasi Pekat Tinombala

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi perampasan,” ujar Sumarlin melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 8 April 2026.

Sedangkan hasil pemeriksaan awal oleh petugas medis Puskesmas Tomini sekitar pukul 23.10 WITA menunjukkan adanya luka gores di bagian belakang leher, pendarahan dari lubang hidung sebelah kiri, serta lebam pada bagian belakang tubuh. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan maag akut yang kerap kambuh, terutama saat kelelahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu dugaan awal penyebab kematiannya.

“Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, namun kami kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana.

BACA JUGA:  2 Daerah Irigasi di Parimo Dapat Bantuan Rp 4,1 Miliar

Polisi juga telah mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan awal jenazah.

Peristiwa ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di area perkebunan. Menyikapi hal tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan. Sedangkan jenazah yang bersangkutan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *