Penemuan Jenazah di Perkebunan Cengkeh Palasa Parigi Moutong Bikin Geger Warga

Penemuan Jenazah di Perkebunan Cengkeh Palasa Parigi Moutong Bikin Geger Warga
Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit. (Foto: Dok Polres Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Penemuan jenazah di perkebunan cengkeh Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bikin geger warga setempat pada Ahad malam, 11 Januari 2026.

Belakangan diketahui jenazah tersebut adalah Suharjono (38 tahun), seorang petani asal Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.

Menurut Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, laporan peristiwa penemuan jenazah Suharjono tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 20.30 WITA.

BACA JUGA: Kakek 90 Tahun yang Hilang di Banggai Ditemukan Meninggal

Jenazah Suharjono ditemukan sehari usai tak kembali setelah berpamitan ke kebun miliknya pada Sabtu, 10 Januari 2026.

BACA JUGA: Lansia 75 Tahun di Banggai Ditemukan Meninggal Gantung Diri

“Informasinya, yang bersangkutan berpamitan pada hari Sabtu pagi untuk memanen cengkeh di kebunnya. Karena tidak kembali pada keesokan harinya, pihak keluarga kemudian mencari yang bersangkutan dan akhirnya menemukannya sekitar pukul 18.30 WITA,” ujar Arbit melalui keterangan tertulisnya, Senin, 12 Januari 2026.

Kemudian, pihak keluarga mengevakuasi jenazah Suharjono menuju perkampungan dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil visum luar, kata dia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.

“Personel Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi lokasi kejadian dan membawa korban ke Puskesmas Palasa. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Sedangkan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendataan dan dokumentasi sebagai bagian dari prosedur penanganan.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Suharjono kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Tomini Utara untuk dimakamkan.

“Kami memastikan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *