JURNAL LENTERA, BANGGAI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banggai menyelidiki penemuan jenazah seorang pria berinisial AL (49 tahun) di dalam kamar sebuah hotel di wilayah Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, pada Kamis malam, 23 Juli 2026.
Jenazah pria tersebut ditemukan meninggal dunia di toilet kamar hotel setelah tidak memberikan respons saat dipanggil oleh petugas.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Banggai, AKP Nur Arifin, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari pengelola hotel dengan mendatangi lokasi bersama personel Polsek Luwuk dan tim Identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jenazah pria itu ditemukan dalam posisi duduk membungkuk di atas closet toilet. Tim identifikasi telah melakukan olah TKP, sementara jenazah dibawa ke RSUD Luwuk untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian,” ujar Nur Arifin melalui keterangan tertulisnya, Jum’at, 24 Juli 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata dia, pria tersebut diketahui melakukan check-in di hotel sekitar pukul 11.00 WITA.
Sekitar pukul 14.00 WITA, petugas hotel mendatangi kamar pria tersebut untuk menagih biaya sewa. Saat itu pintu kamar diketahui sedikit terbuka, namun yang bersangkutan tidak terlihat berada di dalam kamar. Petugas menduga pria tersebut sedang berada di kamar mandi sehingga tidak menaruh kecurigaan.
Namun, hingga sekitar pukul 18.30 WITA, yang bersangkutan tetap tidak memberikan respons saat petugas hotel mendatangi kembali kamarnya. Petugas hotel kemudian memeriksa kamar dan menemukan pria tersebut dalam keadaan tidak bernyawa di toilet.
“Saat itu, saksi berpikir bahwa yang bersangkutan sedang mandi. Hingga pada pukul 18.30 WITA, saksi kembali mendatangi kamarnya dan tidak ada jawaban. Setelah masuk, barulah diketahui pria itu berada di toilet dalam kondisi tak bernyawa,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah pria tersebut. Petugas hanya mendapati lebam mayat dan kondisi tubuh yang telah mengalami kekakuan.
Menurut keterangan pihak keluarga, pria tersebut diketahui selama ini sering mengeluhkan sakit kepala. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sesuai prosedur yang berlaku.
“Menurut keterangan istri yang bersangkutan, suaminya sering mengeluhkan sakit kepala. Namun demikian, proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur,” katanya.
Setelah proses identifikasi dan visum selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah pria tersebut.
“Kami memastikan penanganan kasus tersebut tetap dilakukan sesuai prosedur. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan awal belum menemukan adanya indikasi tindak kekerasan maupun dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” tandasnya.
Laporan : Multazam











