Belasan KK Mengungsi dan Puluhan Rumah Diterjang Banjir Bandang di Parigi Moutong

Belasan KK Mengungsi dan Puluhan Rumah Diterjang Banjir Bandang di Parigi Moutong
Tampak salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Parigi Moutong, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) dan 57 rumah warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diterjang banjir bandang pada Rabu dini hari, 26 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, banjir bandang akibat luapan air sungai yang disebabkan hujan berintensitas tinggi tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

Luapan air sungai menerjang Dusun II Desa Avolua dan berdampak terhadap 57 rumah. Sebanyak 73 KK atau 251 jiwa tercatat terdampak, sementara 15 kepala keluarga dengan total 50 jiwa harus mengungsi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah rumah warga. Sebanyak 11 rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sedangkan 46 rumah lainnya rusak atau terendam banjir.

Selain rumah warga, banjir juga merendam sembilan unit sepeda motor, empat mobil dan dua unit forklift. Pagar sebuah pabrik durian turut mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

BACA JUGA:  Usai Diterjang Banjir, Tiga Kecamatan di Parigi Moutong Kini Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Akses utama jalan trans sulawesi di wilayah Desa Avolua juga terdampak. Material lumpur dan kayu yang terbawa arus banjir menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dan menyebabkan kemacetan.

Fasilitas penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) juga dilaporkan terdampak. Hingga laporan terakhir diterima, aliran air Pamsimas masih belum berfungsi.

Tim gabungan dari BPBD Parigi Moutong, BPBD Sulawesi Tengah, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, Damkar dan Satpol PP, BPJN Sulawesi Tengah, Dinas Perhubungan, PMI, WIZ, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat telah melakukan penanganan di lokasi.

Langkah yang dilakukan meliputi koordinasi lintas sektor, asesmen dan kaji cepat, distribusi air bersih, pembersihan rumah dan jalan yang terdampak, pendirian tenda posko darurat dan tenda pengungsian, serta pendistribusian makanan siap saji.

BACA JUGA:  Tinjau Penanganan Banjir di Donggala, Wagub Ma’mun Amir: Sulteng Perlu Mitigasi Bencana

BPBD Parigi Moutong juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, di antaranya makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, logistik penanggulangan bencana, normalisasi sungai, serta pembersihan rumah warga terdampak.

Saat ini, banjir di Desa Avolua telah surut. Namun, petugas masih melakukan pembersihan material lumpur dan kayu di jalan trans sulawesi serta penanganan terhadap warga maupun fasilitas yang terdampak.

Sementara itu, dampak banjir terhadap sektor perkebunan dan pertanian masih dalam proses pendataan.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *