Example 970x250

Rudal Rusia Hantam Infrastruktur Penting di Odesa Ukraina

Cuplikan video asap hitam diduga Depot bahan bakar yang terbakar pasca serangan Rusia di Odessa, Ukraina, yang diunggah ke media sosial, Ahad, 3 April 2022. Diduga serangan ini menggunakan rudal Pesiar 3M-54 Kaliber Rusia yang ditembakkan dari arah Laut Hitam. Twitter

JURNAL LENTERA, Jakarta – Rudal-rudal Rusia menggempur infrastruktur penting yang kemungkinan besar adalah depot bahan bakar di dekat kota pelabuhan Odesa, Ukraina, Ahad, 3 April 2022.

Namun, tidak ada korban dalam peristiwa itu, kata pejabat kota. Odesa adalah salah satu pelabuhan penting di Laut Hitam dan pangkalan utama angkatan laut Ukraina.

Kota itu menjadi sasaran pasukan Rusia karena jika berhasil direbut akan melancarkan jalur darat menuju Transdniestria, provinsi yang memisahkan diri dari Moldova dan menjadi basis tentara Rusia.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan serangan rudal oleh pasukannya menghancurkan sebuah kilang minyak dan tiga fasilitas penyimpanan bahan bakar dekat Odesa pada Ahad. Fasilitas tersebut digunakan Ukraina untuk memasok kebutuhan pasukannya di dekat kota Mykolaiv, kata kemenhan Rusia.

BACA JUGA:  Ribuan Personel Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan PSU di Parigi Moutong

BACA JUGA: Rusia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Eropa

Vladyslav Nazarov, seorang pejabat di Komando Operasional Selatan Ukraina, mengatakan di Telegram, “Rusia mulai melancarkan serangan rudal. Wilayah Odesa menjadi salah satu target. Musuh terus melakukan serangan keji terhadap infrastruktur penting.”

“Asap terlihat di sejumlah kawasan di kota itu. Semua sistem dan struktur terkait berfungsi… Tak ada korban jiwa dilaporkan”.

Vika, seorang warga setempat yang menolak menyebut nama lengkapnya, mengatakan serangan itu bukan “ucapan selamat pagi buat Odesa”.

“Kami dibangunkan oleh ledakan hebat di dekat rumah kami. Ada asap, anak-anak panik, kaca-kaca jendela hancur, mengerikan,” katanya kepada Reuters.

BACA JUGA: Ribuan Warga Ukraina di Kota yang Dikepung Pasukan Rusia Dievakuasi

BACA JUGA:  Hamzah Tjakunu Sebut Pemda Parimo Perlu Meningkatkan Pemulihan Ekosistem Pesisir

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lewat apa yang mereka sebut sebagai “operasi militer khusus” untuk melucuti militer dan melakukan “denazifikasi” negara tetangganya itu. Ukraina menyebut alasan Rusia itu sebagai dalih tak berdasar untuk memicu perang.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tempo.co

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *