JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Empat nelayan asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yakni Akbar (47 tahun), Faisal (32 tahun), Imade Hendra (26 tahun), dan Irham (26 tahun) yang sempat dikira hilang saat melaut akhirnya ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan setelah perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin di perairan Desa Galumpang, Kecamatan Galang, Kamis malam, 21 Mei 2026.
Keempat nelayan tersebut sebelumnya berangkat memancing sejak dini hari menuju arah Pulau Kapas. Namun hingga sore hari mereka tak kunjung kembali. Sehingga, membuat pihak keluarga panik dan melaporkan kejadian itu kepada petugas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan laporan diterima dari pihak keluarga sekitar pukul 19.00 WITA.
“Pada pukul 17.00 WITA perahu yang digunakan korban mengalami mati mesin di tengah laut. Sehingga, mereka tidak dapat kembali,” ujar Rizal melalui keterangan tertulisnya.
Mendapat laporan tersebut, kata dia, tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli bersama unsur potensi SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian di perairan Galumpang.
Sekitar pukul 20.05 WITA, tim tiba di lokasi dan melaksanakan briefing, pengecekan kesiapan alat utama, serta pembagian tugas pencarian sesuai standar operasional Basarnas.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 20.28 WITA, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di koordinat 1°6’18.30″N – 120°44’24.18″E atau sekitar 1 nautical mile di selatan titik lokasi awal kejadian. Selanjutnya para korban dievakuasi menuju Pelabuhan Dede, Kabupaten Tolitoli.
“Pukul 21.00 WITA tim SAR gabungan bersama seluruh korban tiba di Pelabuhan Dede dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue USS Tolitoli, BPBD Tolitoli, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Dalam pencarian tersebut tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, perangkat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi.
“Setelah seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in











