Terungkap, Jari Son Heung-Min Terkilir karena Bentrok dengan Juniornya di Piala Asia

Terungkap, Jari Son Heung-Min Terkilir karena Bentrok dengan Juniornya di Piala Asia
Penyerang Korea Selatan Son Heung-min bersedih setelah timnya dikalahkan Yordania 0-2 pada semifinal Piala Asia 2023. (Foto: AP Photo/Thanassis Stavrakis)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Federasi  Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menyebutkan cedera jari yang dialami kapten Tottenham Hotspur Son Heung-min adalah akibat perkelahian dengan rekan setimnya. Insiden terjadi menjelang pertandingan semifinal Piala Asia pekan lalu, di mana tim Negeri Ginseng itu kalah 0-2 dari Yordania.

Seorang pemain yang terlibat dalam keributan tersebut sudah menyatakan permintaan maaf melalui media sosial pada Rabu (14 Februari 2024), kata KFA.

Sebelumnya media Inggris The Sun, seperti dikutip AFP, melaporkan bahwa jari tangan Son terkilir akibat “kegaduhan” yang terjadi saat makan malam sebelum pertandingan.

BACA JUGA : Iran Pertanyakan Keputusan AFC Tunjuk Wasit Arab Pimpin Semifinal Piala Asia Lawan Qatar

Dikabarkan insiden tersebut terjadi setelah beberapa pemain muda di tim Korsel, termasuk pemain Paris Saint-Germain Lee Kang-in, bergegas makan agar bisa pergi lebih awal untuk bermain tenis meja.

Hal ini membuat Son, kapten tim, dan beberapa pemain yang lebih tua tidak senang karena makan bersama pada malam pertandingan besar secara tradisional dipandang sebagai waktu untuk menjalin ikatan.

Sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ketika Son meminta rekan satu timnya yang lebih muda untuk duduk, “beberapa hal yang tidak sopan dikatakan kepadanya”.

BACA JUGA:  Dramatis, Albania Tahan Imbang Kroasia, Hidupkan Peluang Lolos ke 16 Besar Euro 2024

“Dalam hitungan detik, keributan terjadi di ruang makan dan para pemain dilerai keluar,” kata sumber tersebut. “Jari Son terluka parah saat mencoba menenangkan semua orang.”

Lee mengakui kejadian tersebut di akun Instagram-nya dalam sebuah unggahan pada Rabu dan meminta maaf karena mengecewakan para penggemarnya.

“Saya menimbulkan kekecewaan besar bagi para penggemar sepak bola yang selalu mendukung tim nasional kami. Saya sangat menyesal,” katanya. “Mulai sekarang, saya akan berusaha membantu para pemain senior dan berusaha menjadi pemain dan pribadi yang lebih baik.”

BACA JUGA: Tendangan Bebas Son Heung-min Pastikan Korea Selatan ke Semifinal Piala Asia

Kantor berita Yonhap melaporkan, pada awalnya Son mencoba berbicara dengan para pemain muda. Namun situasinya berubah menjadi bentrok fisik ketika mereka menolak untuk mendengarkan.

Son marah dan menarik Lee, yang kemudian mencoba memukulnya, lapor Yonhap, mengutip sumber yang mengetahui kejadian tersebut. Kedua pemain tersebut harus dipisahkan dan jari Son terkilir dalam insiden itu.

“Itu terjadi ketika beberapa pemain muda naik untuk bermain tenis meja dan Son Heung-min serta pemain senior lainnya mempermasalahkannya,” kata seorang pejabat Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) seperti dikutip Yonhap. “Para pemain bertengkar dan jari Son terluka dalam prosesnya,” tambah ofisial itu.

BACA JUGA:  Kemenangan Liverpool Lewat Assist dan Gol Mohamed Salah

KFA belum dapat dihubungi oleh AFP.

Son terlihat bermain di semifinal pekan lalu di Qatar dengan dua jari di tangan kanannya diikat.

Dia terus mengenakan balutan tersebut sejak kembali ke Tottenham, di mana dia tampil pada akhir pekan saat menang 2-1 atas Brighton.

Korea Selatan yang dianggap sebagai salah satu favorit juara Piala Asia gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran pada laga melawan Yordania. Penggemar sepak bola Korea marah atas kekalahan tersebut dan meminta pelatih kepala tim Jurgen Klinsmann untuk mengundurkan diri.

KFA dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Kamis (15 Februari 2024) untuk membahas nasib Klinsmann.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *