JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Partai Perindo, Arnol Aholai, SH., menggelar kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2024-2025 di Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, pada Jum’at, 25 April 2025. Kegiatan ini berlangsung aktif dan sarat aspirasi dari masyarakat.
Sebagai Ketua Fraksi Partai Perindo di DPRD Parigi Moutong, Arnol mendapat sambutan hangat dari warga, para tokoh masyarakat, Kepala Desa, serta perangkat desa se-Kecamatan Parigi Tengah.
Salah satu isu utama yang mencuat dalam reses tersebut, yaitu persoalan kondisi jalan penghubung antara Desa Binangga dan Matolele yang rusak berat. Bahkan belum pernah mendapat perbaikan.
BACA JUGA: Paripurna DPRD Bahas LKPJ Pemda Parigi Moutong Tahun Anggaran 2024
Menyikapi persoalan tersebut, Arnol, menjadikan perbaikan jalan sebagai fokus utama resesnya. Ia bahkan secara khusus mengundang Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong hadir di kegiatan reses bersama Camat Parigi Tengah.
“Sudah puluhan tahun jalan ini dibangun, namun kondisinya kini rusak parah dan belum mendapat penanganan serius. Saya apresiasi kehadiran Kepala Dinas PUPRP Parigi Moutong yang mau turun langsung melihat kondisi ini. Harapannya tentu agar bisa segera ditindaklanjuti dan mendapat prioritas pembangunan,” ujar Arnol di hadapan masyarakat.
Selain masalah infrastruktur, berbagai aspirasi lain juga disampaikan masyarakat. Kelompok tani, misalnya, mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian, bibit tanaman, pupuk, serta sarana produksi lainnya.
Sementara itu, kelompok ibu rumah tangga mengharapkan dukungan berupa perlengkapan prasmanan, modal usaha UMKM, serta pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan industri rumahan.
Menariknya, selain menggelar pertemuan terbuka, Arnol, juga melakukan pendekatan langsung melalui kunjungan door to door ke rumah warga. Cara ini dinilai efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara lebih personal dan mendalam.
Ia menegaskan, seluruh usulan yang diterima akan dicatat dan diperjuangkan agar masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan anggaran ke depan.
“Kami berkomitmen agar setiap suara masyarakat dapat diperjuangkan dan tidak berhenti sebatas catatan saja,” tegas Arnol.
Laporan : Miswar










