Ragam  

Bangkit dari Bencana, Infrastruktur Sulteng Dibangun dengan Prinsip Build Back Better

Bangkit dari Bencana, Infrastruktur Sulteng Dibangun dengan Prinsip Build Back Better
Sekdaprov Sulteng Novalina, menerima cenderamata yang diserahkan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga, Oktaviano Dewo Satriyo, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi 2018 di wilayahnya kini mengedepankan prinsip Build Back Better (BBB), yakni membangun kembali dengan kualitas dan ketahanan yang lebih baik agar lebih siap menghadapi risiko bencana di masa depan.

Menurut Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga, Oktaviano Dewo Satriyo, pemulihan infrastruktur di Palu dan sekitarnya tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula.

“Tetapi, juga meningkatkan ketahanan, keberlanjutan, dan kualitas infrastruktur melalui prinsip Build Back Better,” ujar Oktaviano dalam talkshow kebijakan umum pascabencana tsunami yang dirangkaikan dengan kegiatan knowledge sharing pelaksanaan rekonstruksi jalan dan jembatan pascabencana 2018 di salah satu hotel di Palu, Rabu, 11 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Dra. Novalina, M.M., yang hadir mewakili Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Ditjen Bina Marga atas keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan di daerah terdampak bencana.

Menurutnya, pengalaman pahit bencana 2018 menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan berbasis mitigasi bencana.

BACA JUGA:  Seleksi Timnas Indonesia U-16 Hari Kedua Berjalan Ketat

“Sejak awal bencana, Kementerian PU bergerak cepat menolong korban, menyalurkan bantuan hingga memulihkan infrastruktur yang terdampak,” katanya.

Masyarakat Palu dan Sulteng, kata dia, kini semakin tangguh setelah melewati masa sulit pascabencana.

“Masyarakat telah ditempa sehingga luka-luka lama berangsur hilang dan daerah semakin kuat jiwanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Bambang S. Razak, S.T., M.T., melaporkan sejumlah paket fisik rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dilaksanakan di bawah Ditjen Bina Marga.

Beberapa di antaranya meliputi rehabilitasi ruas jalan dalam Kota Palu, rekonstruksi tanggul jalan Raja Moili-Cut Mutia dan Cumi-Cumi, rekonstruksi jalan Kalawara-Kulawi-Sirenja, pembangunan Jembatan Huntap Tondo Talise, pembangunan akses utama kawasan hunian tetap (Huntap), rekonstruksi jalan akses Danau Lindu, jalan lingkar dalam Kota Palu, hingga penggantian Jembatan Palu IV.

“Kementerian PU juga menerapkan kebijakan zero accident atau nol kecelakaan kerja dengan memastikan standar keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi berjalan optimal di seluruh proyek,” jelas Bambang.

Keberhasilan pemulihan infrastruktur Sulteng juga tidak terlepas dari dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA).

BACA JUGA:  Gubernur Sulteng Dorong Sinergi CSR Perusahaan Lewat Nawacita Berani

“Melalui kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, JICA turut mempercepat proses rekonstruksi melalui proyek Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) dengan menerapkan prinsip Build Back Better sebagai pedoman utama,” tuturnya.

Perwakilan JICA, Mr. Kakuda Kazuyuki, menyampaikan alih pengetahuan menjadi prinsip penting dalam setiap proyek.

“Kami meyakini bahwa meskipun proyek telah selesai, pembelajaran yang diperoleh akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pembukaan talkshow dan rangkaian knowledge sharing ditandai secara simbolis dengan pemukulan gimba oleh Sekdaprov Sulteng, Direktur Ditjen Bina Marga, Kepala BPJN Sulteng, dan Perwakilan JICA.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan talkshow dan seminar. Sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah proyek infrastruktur hasil rekonstruksi pascabencana di Sulteng.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *