JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mulai menyiapkan tim khusus untuk pemulihan mental korban bencana melalui pelatihan trauma healing.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2026, di gedung Pusdalops BPBD Parigi Moutong ini diikuti sebanyak 20 staf BPBD, tiga anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan tiga perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Kegiatan ini menghadirkan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong sebagai pemateri yang memberikan pembekalan terkait dukungan psikososial bagi korban bencana.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, ST, M.Si., mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan trauma pascabencana.
“Kami melihat potensi SDM perempuan di BPBD dalam penanganan psikologis bagi korban bencana. Penanganan bencana tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pemulihan mental,” ujarnya.
Pelatihan trauma healing menjadi salah satu rangkaian kegiatan BPBD dalam memperingati HUT ke-24 Parigi Moutong. Sebelumnya, BPBD juga telah melaksanakan pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan, penanaman pohon di bantaran sungai dan pesisir, serta aksi pembersihan sungai.
“Seluruh rangkaian kegiatan itu, akan ditutup dengan apel bersama dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana,” katanya.
Ia berharap, pelatihan ini dapat diikuti secara maksimal oleh seluruh peserta. Sehingga, mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam upaya penanggulangan bencana dan memperkuat kemampuan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandas Rivai.
Laporan : Multazam










