JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih kerap terjadi.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi Program Sehat Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Asisten II Setda Parigi Moutong Aswini Dimple, tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan, penanganan, serta pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Masih terdapat 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menunjukkan bahwa perlindungan dan pemulihan korban masih terus perlu diperkuat,” ujar Aswini mewakili Bupati Parigi Moutong saat menghadiri kegiatan rapat koordinasi program sehat Sulawesi Tengah di aula lantai dua Kantor Bupati setempat, Kamis, 7 Mei 2026.
Selain persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemkab Parigi Moutong juga menghadapi sejumlah tantangan di sektor kesehatan lainnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, angka kematian ibu tercatat sebanyak 10 kasus, sementara angka kematian anak mencapai 81 kasus.
“Ini menjadi pengingat bahwa kualitas layanan kesehatan ibu dan anak harus terus ditingkatkan,” katanya.
Ia mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong masih berada pada angka 9,3 persen. Sehingga, upaya perbaikan gizi dan kesehatan reproduksi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dinilai perlu terus diperkuat.
Sementara itu, capaian keluarga berencana (KB) aktif di daerah tersebut mencapai 69,87 persen dan KB pasca persalinan sebesar 47,20 persen.
Di sisi lain, terdapat pula 32 kasus HIV yang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat edukasi, pencegahan, dan layanan kesehatan yang inklusif serta tidak diskriminatif.
“Pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan yang berkeadilan,” ungkapnya.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan dan penguatan sumber daya manusia unggul.
Pemkab Parigi Moutong, kata dia, juga terus memperkuat komitmen melalui program BERANI Sehat dan Gerakan Sehat Bersama guna meningkatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, serta berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui program BERANI Sehat, kita mendorong penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil, serta respon cepat terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat,” tutur Aswini.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi di Kabupaten Parigi Moutong.
“Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, saya yakin upaya ini akan memberikan dampak nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” tandasnya.
Laporan : Multazam











