Example 970x250

Pelantikan PAPDI Sulteng Jadi Momentum Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Pelantikan PAPDI Sulteng Jadi Momentum Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
Wagub Reny saat menghadiri pelantikan pengurus PAPDI Sulteng di salah satu hotel di Palu, Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Pelantikan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2025-2028 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dan peningkatan layanan kesehatan warga.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, keberadaan organisasi profesi dokter spesialis penyakit dalam memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Semoga kita bisa bersinergi. Dokter internis bisa bersama-sama berjalan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng,” ujar Reny saat menghadiri pelantikan pengurus PAPDI Sulteng di salah satu hotel di Palu, Sabtu, 23 Mei 2026.

Pemerintah daerah saat ini terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan, termasuk melalui pemenuhan tenaga dokter spesialis di rumah sakit.

Salah satu langkah strategis yang tengah didorong yakni pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) di Universitas Tadulako (Untad). Tujuannya, untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Sulteng, terutama di wilayah terpencil.

BACA JUGA:  Dipusatkan di Parigi Moutong, Forkkom Bappeda se-Sulteng Usung Kekuatan Lokal

Tantangan geografis dan medan yang cukup ekstrem membuat dokter spesialis dari luar daerah tidak mudah bertahan untuk bertugas di wilayah terjauh Sulteng.

“Kami berusaha dengan Untad bagaimana caranya membuka PPDS-1. Sehingga, nanti ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulteng,” katanya.

Keberadaan PPDS di Untad menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit daerah.

Ia lantas mendorong para dokter spesialis untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan subspesialis hingga jenjang doktoral.

Meski PPDS telah mulai diselenggarakan oleh Untad, kata dia, kebutuhan tenaga dosen pengajar masih terbatas. Sehingga, proses pembelajaran masih dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

BACA JUGA:  Aplikasi SEHATI Pemprov Sulteng untuk Kemudahan Akses Layanan Kesehatan

“Ke depan saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis apalagi mau ambil S3, Insyaallah kita akan usahakan lewat BERANI Cerdas. Program itu diharapkan dapat melahirkan lebih banyak dokter spesialis putra daerah yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan pelayanan kesehatan di Sulteng,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, dr. Sarniwaty Kamissy, Sp.PD., resmi dilantik sebagai Ketua PAPDI Sulteng periode 2025-2028.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *