Example 970x250
Ragam  

Bupati Parigi Moutong Optimistis Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Bupati Parigi Moutong Optimistis Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 KDMP melalui zoom meeting di KDMP Desa Olobaru, Sabtu, 16 Mei 2026. (Foto: Prokopim Setda Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase mengaku optimistis pelaksanaan program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi desa. Meskipun pelaksanaannya saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama persoalan lahan.

Ia menyebutkan, dari target pembangunan sebanyak 170 unit KDMP, hingga kini baru tiga desa yang telah rampung 100 persen. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Parigi Selatan dan beberapa wilayah lain yang sebelumnya telah ditinjau.

“Kalau kita lihat kondisi yang ada, memang belum ada satu pun yang selesai 100 persen selain tiga desa tadi. Tapi sebenarnya kita sangat beruntung kalau seluruh desa ini bisa terbangun,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan panen jagung di Desa Sidole Timur, Kecamatan Ampibabo, Sabtu, 16 Mei 2026.

Meski progres pembangunan belum sepenuhnya selesai, pemerintah daerah menilai program tersebut memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian warga desa.

Apalagi, KDMP juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang usaha seperti kendaraan operasional double cabin hingga truk untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.

BACA JUGA:  Berikut Agenda Pembahasan Masa Persidangan II 2024 DPRD Parigi Moutong

“Desa yang sudah selesai itu sudah diberikan operasional dan berjalan dengan baik,” katanya.

Saat ini, Pemkab Parigi Moutong tengah membangun 31 unit KDMP. Sementara sisanya masih dalam tahap administrasi dan penyelesaian lahan.

Menurutnya, kesiapan desa sebenarnya sudah mencapai sekitar 85 persen, namun sebagian besar masih terkendala status kepemilikan lahan.

“Kendala utama memang lahan, karena anggaran yang diperuntukkan tidak termasuk pembebasan lahan. Ada yang merupakan aset provinsi, ada juga aset kabupaten, sehingga masih dalam proses pengurusan,” ungkapnya.

Sebagai solusi, pemerintah daerah mempertimbangkan skema penggabungan beberapa desa yang lokasinya berdekatan agar dapat memanfaatkan satu KDMP secara bersama-sama.

“Kita lihat di beberapa kabupaten lain ada desa yang dimerger. Jadi satu KDMP bisa digunakan dua desa yang berdekatan. Ini yang akan kita bicarakan lebih lanjut,” tutur Erwin.

Meski masih menghadapi tantangan, ia pun mengaku tetap optimistis program KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi desa di masa mendatang.

BACA JUGA:  Sekdaprov Sulteng Berharap Tenaga Kerja Semakin Terlindungi

“Insyaallah sangat optimis. Ini salah satu program luar biasa dari Bapak Presiden,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Parigi Moutong juga mewacanakan memperkuat kolaborasi antara KDMP dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar tercipta sinergi usaha tanpa menimbulkan persaingan antar lembaga ekonomi desa.

“Kita ingin semua bisa berkolaborasi, tidak saling bersaing. Konsepnya sementara kita godok dan akan dimatangkan lagi,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *