JURNAL LENTERA, BANGGAI – Satlantas Polres Banggai mengungkap penyebab kecelakaan maut yang melibatkan empat pelajar perempuan di Jalan Poros Desa Labotan, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga terjadi setelah salah satu sepeda motor mengambil jalur kanan saat melintasi tikungan hingga bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Peristiwa itu mengakibatkan seorang siswi meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polres Banggai, IPTU Ade Irvan Rivai Kurnia, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WITA pada Rabu, 17 Juni 2026. Dua sepeda motor yang terlibat sama-sama dikendarai oleh pelajar perempuan.
Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DN 6385 RK yang dikendarai YT (15 tahun) dengan membonceng MM (15 tahun) melaju dari Desa Labotan menuju Desa Bahari Makmur.
“Pengendara sepeda motor Honda Beat DN 6385 RK yang dikemudikan seorang siswi berinisial YT berboncengan dengan MM bergerak dari Desa Labotan ke Desa Bahari Makmur. Saat di TKP dengan jalan menikung mengambil jalur ke kanan,” ujar Ade Irvan melalui keterangan tertulisnya, Jum’at, 19 Juni 2026.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DN 2647 RU yang dikendarai PA (12 tahun) dengan membonceng RM (14 tahun). Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, PA meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tangeban. Korban dilaporkan mengalami luka pada kedua lutut dan sempat muntah-muntah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban lainnya, yakni YT, MM, dan RM, mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
“Seluruh korban tidak menggunakan helm atau pelindung kepala saat berkendara. Total korban ada empat orang siswi. Satu meninggal dunia dan tiga luka-luka,” katanya.
Saat ini, Satlantas Polres Banggai masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian penyebab kecelakaan. Petugas juga telah mengamankan barang bukti dan melakukan olah TKP.
Ia lantas mengingatkan para pelajar dan orang tua agar lebih disiplin dalam berlalu lintas serta tidak membiarkan anak-anak mengendarai kendaraan bermotor tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan.
Sebab, peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak yang berkendara serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Termasuk penggunaan helm, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
“Kami tidak bosan-bosannya mengimbau kepada anak sekolah dan juga orang tua agar selalu mengingatkan anak-anaknya untuk disiplin berlalu lintas, mematuhi aturan, dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya.
Laporan : Mizwar











