Example 970x250
Ragam  

Program TMMD di Morowali, Gubernur Sulteng Sebut Wujud Nyata Kehadiran Negara

Program TMMD di Morowali, Gubernur Sulteng Sebut Wujud Nyata Kehadiran Negara
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, menyerahkan bantuan sosial kepada sejumlah nelayan dalam rangkaian TMMD di Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Jum’at, 14 Agustus 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, MOROWALI – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, menyebut program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mempercepat pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui TMMD telah menghadirkan berbagai pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Mulai dari pembukaan akses jalan, penyediaan air bersih, hingga peningkatan fasilitas umum.

Ia lantas menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XXIII/Palaka Wira, yang dinilainya telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Sulteng.

Ia menilai pembangunan infrastruktur melalui TMMD memiliki arti strategis bagi masyarakat di Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali. Sebab, menjadi fondasi penting dalam membuka akses dan mendorong pengembangan wilayah.

“Harapan kami, Umbele dapat berkembang menjadi pusat pemerintahan kecamatan pada masa mendatang. Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan. Tinggal menunggu kemampuan dan kesiapan kita. Kalau sudah memungkinkan, saya bersama ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” ujar Anwar Hafid saat menghadiri upacara penutupan TMMD di Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Jum’at, 14 Agustus 2026.

BACA JUGA:  Bappelitbangda Parigi Moutong Jaring Isu Strategis Pembangunan Lewat Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029

Menurutnya, pembangunan jalan yang dilakukan melalui TMMD bukan sekadar menghadirkan infrastruktur. Tetapi, juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas masyarakat kepulauan.

“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” katanya.

TMMD ke-123 yang dilaksanakan selama satu bulan, dimulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan sasaran pembangunan fisik dan nonfisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pada sektor fisik, program tersebut berhasil membangun jaringan air bersih melalui pemasangan pipa sepanjang sekitar tujuh kilometer antarpulau, membuka jalan desa sepanjang empat kilometer dengan konstruksi rabat beton, membangun tiga unit MCK, tiga ruang terbuka hijau (RTH), merehabilitasi lima rumah nelayan, memperbaiki sekolah, serta melakukan penanaman mangrove.

Selain itu, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai risiko.

BACA JUGA:  Pemda Sigi Meraih Dua Penghargaan K1S Awards

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil.

“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sulteng.

Gubernur Sulteng juga menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan program.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *