Ragam  

DPRD Sulteng Dorong Pengembangan Bawang Putih Berbasis Kesejahteraan Petani

DPRD Sulteng Dorong Pengembangan Bawang Putih Berbasis Kesejahteraan Petani
Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, menghadiri kegiatan penanaman bawang putih serentak dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, yang dilaksanakan Polda Sulteng, Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, SIGI – DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pengembangan bawang putih tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Tetapi, juga harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, S.H, CES., penguatan dari hulu hingga hilir dinilai penting agar komoditas tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap penanaman bawang putih serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian pangan nasional.

Program swasembada bawang putih menurutnya harus dibangun sebagai gerakan berkelanjutan. Tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memperoleh dukungan sejak penyediaan benih hingga pemasaran hasil pertanian.

“Penanaman bawang putih serentak ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Bartholomeus saat menghadiri kegiatan penanaman bawang putih serentak dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, yang dilaksanakan Polda Sulteng, Rabu, 19 Agustus 2026.

Namun, yang paling penting adalah memastikan keberlanjutannya. Petani harus mendapatkan dukungan secara menyeluruh, mulai dari benih berkualitas, teknologi budidaya, pendampingan, sarana produksi, hingga akses pasar.

BACA JUGA:  DPRD Sulteng Setujui Perda Pemberdayaan Ormas dan Penyelenggaraan Kominfo

Ia lantas menilai Kabupaten Sigi memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor hortikultura, termasuk bawang putih.

Potensi tersebut perlu dikelola melalui pendekatan pertanian yang modern, inovatif dan produktif. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat memberikan nilai tambah sekaligus berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Kita ingin pertanian Sulteng semakin maju dan memiliki daya saing. Ukuran keberhasilannya bukan hanya peningkatan produksi. Tetapi, juga bagaimana hasil pertanian mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan bawang putih. Pemerintah, petani, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun sinergi agar program dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, bawang putih juga memiliki peluang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Peningkatan produksi yang dibarengi dengan penguatan rantai pasok, pengolahan dan pemasaran dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Swasembada pangan adalah agenda bersama. Dari Desa Oloboju, kita ingin membangun semangat dan optimisme bahwa Sulteng memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap kemandirian pangan Indonesia,” tuturnya.

BACA JUGA:  H. Erwin Burase-Abdul Sahid Resmi Ditetapkan Bupati dan Wabup Terpilih Parigi Moutong

Ia berharap, penanaman bawang putih serentak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal pengembangan komoditas yang modern, produktif dan berkelanjutan.

Sehingga, ia mendorong penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar produktivitas bawang putih meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh petani serta masyarakat.

“Kita berharap gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi menjadi awal dari pengembangan bawang putih yang modern, produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *