JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Banjir yang menerjang Dusun I dan II, Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, berdampak terhadap sekitar 350 kepala keluarga (KK).
Meski banjir telah surut, warga kini menghadapi krisis air bersih setelah sistem pengolahan hingga jaringan pipa distribusi mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, banjir terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WITA.
Banjir diduga dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran air dari hulu membawa material tanah, batu, dan kayu. Material tersebut kemudian menghantam jaringan perpipaan air bersih milik warga.
Akibatnya, sistem pengolahan air bersih, mulai dari intake hingga jaringan pipa distribusi, mengalami kerusakan. Kondisi itu menyebabkan ratusan keluarga terdampak kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Selain merusak fasilitas air bersih, banjir juga berdampak pada sekitar 10 hektare lahan perkebunan dan pertanian warga.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Tidak ada pula laporan mengenai rumah warga yang mengalami kerusakan.
Setelah menerima laporan pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 12.00 WITA, Pusdalops BPBD Parigi Moutong melakukan koordinasi dengan aparat desa serta melaksanakan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak.
Penanganan di lapangan turut melibatkan aparat desa, aparat kecamatan, masyarakat, serta Pusdalops BPBD Parigi Moutong.
Saat ini, banjir dilaporkan telah surut. Namun, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah pasokan air bersih yang diharapkan dapat segera dipenuhi.
Krisis air bersih pun menjadi perhatian utama pascabanjir, mengingat sekitar 350 KK di Dusun I dan II Desa Toboli Barat terdampak kerusakan sistem pengolahan dan distribusi air bersih.
Laporan : Multazam










