JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mengajak generasi muda melestarikan cerita rakyat dan kearifan lokal melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/Sederajat yang resmi digelar pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Parigi Moutong itu menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan yang dipusatkan di aula literasi lantai dua Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Dispusarda Parigi Moutong dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yusnaeni, mewakili Bupati H. Erwin Burase.
Yusnaeni menyampaikan, Bupati Parigi Moutong memberikan apresiasi kepada Dispusarda beserta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba bertutur merupakan langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Lomba bertutur, kata dia, tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi peserta didik. Tetapi, juga menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menyampaikan cerita dengan baik dan menarik. Tetapi, juga belajar memahami isi bacaan, menyerap pesan moral, menghargai warisan budaya bangsa, serta membangun sikap santun, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.
Sehingga, budaya membaca dan bertutur harus terus ditumbuhkan agar anak-anak tidak hanya menjadi penikmat informasi. Tetapi, juga mampu menyampaikan gagasan, menginspirasi orang lain, serta percaya diri dalam berkarya.
“Bapak Bupati berharap lomba bertutur tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Tetapi, juga menjadi momentum memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Ia berpesan, agar para peserta tampil dengan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas, serta tetap rendah hati.
Keberanian untuk tampil dan semangat belajar menurutnya merupakan pencapaian yang lebih penting daripada sekadar meraih gelar juara.
Para guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan juga diajak untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi dengan membiasakan anak membaca setiap hari, mengenalkan berbagai bahan bacaan bermutu, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan inspiratif.
“Pemkab Parigi Moutong berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, literasi, dan pengembangan karakter,” ungkapnya.
Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan daerah Parigi Moutong Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerbang Desa, khususnya melalui program Gerbang Cerdas Bersama yang menempatkan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.
“Lomba Bertutur Tingkat SD ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi, sekaligus melestarikan cerita rakyat dan kearifan lokal sebagai warisan budaya yang harus terus dikenalkan kepada generasi penerus,” pungkasnya.
Laporan : Mizwar










