JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai membangun kawasan budidaya durian skala besar seluas 5.000 hektare yang tersebar di 23 kecamatan sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan di pasar ekspor.
Program pengembangan ini menjadi langkah strategis daerah dalam mendorong sektor hortikultura, khususnya durian, sebagai penggerak ekonomi berbasis pertanian.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan pengembangan kawasan tersebut tidak hanya terfokus pada satu jenis durian, tetapi disesuaikan dengan potensi wilayah dan minat petani.
“Pengembangan 5.000 hektare ini tidak semuanya durian montong. Ada juga peluang varietas premium seperti Musang King, tergantung pilihan petani. Bantuan bibit akan disesuaikan berdasarkan klaster pengembangan,” ujar Dadan saat ditemui, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, pendekatan berbasis klaster diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen. Sehingga, durian Parigi Moutong dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Saat ini, Dinas TPHP Parigi Moutong tengah melakukan pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) sebagai tahap awal pelaksanaan program.
Pendataan tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan bibit serta penentuan wilayah pengembangan.
Melalui program ini, lata dia, pemerintah daerah menargetkan Parigi Moutong semakin dikenal sebagai sentra durian unggulan di Sulawesi Tengah yang mampu menembus pasar ekspor.
“Harapannya, pengembangan kawasan ini dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat posisi Parigi Moutong di pasar durian,” tandas Dadan.
Laporan : Mifta’in











