JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Banjir yang melanda Dusun IV, Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Jum’at, 17 Juli 2026, tidak hanya merendam tujuh rumah warga. Tetapi, juga memutus jaringan pipa transmisi air bersih Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Akibatnya, sekitar 70 kepala keluarga (KK) terancam mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, banjir terjadi sekitar pukul 05.00 WITA setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Selain menggenangi tujuh rumah, banjir juga berdampak terhadap sedikitnya delapan KK yang bermukim di Dusun IV. Di antara warga terdampak terdapat empat balita dan dua lanjut usia (lansia). Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut.
Tidak hanya permukiman, genangan banjir juga berdampak pada fasilitas umum. Salahnya SMK Negeri 1 Kasimbar yang turut terdampak.
Saat ini, BPBD Parigi Moutong telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen atau kaji cepat serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa guna mempercepat penanganan dampak bencana.
BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani, yakni perbaikan pipa transmisi air bersih Pamsimas, normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir susulan, serta pemenuhan logistik bagi warga terdampak.
Penanganan di lapangan melibatkan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat yang bergotong royong membantu proses penanganan pascabanjir.
Kondiri terakhir di lokasi masih terdapat genangan air di sejumlah rumah warga di Dusun IV, Desa Laemanta Utara.
Sehingga, petugas terus memantau perkembangan situasi sambil mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.
Laporan : Multazam











