JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bappelitbangda Parigi Moutong menggenjot penyusunan Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2027 melalui kegiatan asistensi yang mulai dilaksanakan untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah berjalan terarah dan terintegrasi.
Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) di Bappelitbangda Parigi Moutong Nyoman Sudiara, mengatakan proses asistensi penyusunan Renja OPD telah dimulai dengan mengacu pada ketentuan perencanaan pembangunan yang berlaku.
“Renja diharapkan bersinergi dengan Renstra OPD 2027. Rancangan awal Renja 2027 menjadi dasar penyusunan RKPD 2027,” ujar Nyoman Sudiara di Parigi, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penyusunan Renja OPD dilakukan secara bertahap dengan berpedoman pada ketentuan Kementerian Dalam Negeri melalui Permendagri Nomor 86, khususnya tahapan penyusunan dokumen dari Bab I hingga Bab V.
Menurutnya, proses penyusunan Renja menitikberatkan pada kesinambungan program prioritas setiap tahun agar perencanaan pembangunan lebih terarah.
Setelah penyusunan Renja selesai, tahapan berikutnya diarahkan pada penyusunan rincian belanja sebelum masuk ke dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Bahkan, setiap OPD akan diminta menyiapkan rincian belanja per subkegiatan agar selaras dengan program prioritas, indikator kinerja, serta penempatan anggaran.
“Kita minta rincian belanja per subkegiatan supaya konek antara program prioritas, penganggaran, dan target indikator. Apalagi sekarang ada rasionalisasi anggaran,” katanya.
Setelah tahapan penyusunan Renja selesai, kata dia, proses selanjutnya adalah menunggu reviu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dari Inspektorat sebagai bagian dari penguatan pengendalian perencanaan.
“Melalui tahapan tersebut, pemerintah daerah menargetkan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi. Sehingga, program prioritas dapat berjalan selaras dengan dukungan anggaran di Parigi Moutong,” tandasnya.
Laporan : Mifta’in










