JURNAL LENTERA, BANGGAI – Penemuan kerangka manusia di kawasan pegunungan Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, menggegerkan warga setempat pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WITA.
Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, menjelaskan kerangka manusia yang ditemukan Didakus Woso (53 tahun) itu diduga merupakan seorang warga yang telah dilaporkan hilang sekitar satu bulan lalu. Saksi menemukan kerangka manusia itu ketika sedang berjalan menuju kebun miliknya.
Mengetahui hal itu, saksi kemudian melaporkannya kepada keluarga dan pemerintah desa yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
“Setelah menerima laporan, personel kami bersama warga langsung mendatangi lokasi,” ujar Asdar melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bagian-bagian kerangka yang ditemukan agar dapat diidentifikasi.
“Tapi polisi tidak menemukan beberapa bagian tulang maupun pakaian yang diduga milik korban di sekitar lokasi,” katanya.
Dalam proses identifikasi awal, seseorang yang mengaku sebagai anggota keluarga menduga kerangka tersebut merupakan kerabatnya yang mengalami gangguan kejiwaan dan telah hilang sekitar satu bulan terakhir.
Menurut keluarga, dugaan tersebut didasarkan pada sejumlah ciri fisik yang masih dapat dikenali, seperti bentuk rahang, kuku, dan rambut yang masih melekat pada jasad.
Meski demikian, pihak kepolisian belum memastikan identitas korban maupun penyebab kematiannya. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan penemuan kerangka tersebut.
“Secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kerangka. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian,” ungkapnya.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai dilakukan, kata dia, kerangka manusia tersebut dievakuasi dari lokasi penemuan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait korban maupun kejadian tersebut agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan yang masih berlangsung,” pungkasnya.
Laporan : Multazam











