JURNAL LENTERA, PALU – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengajak Pemuda Kaili mengambil peran lebih besar dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman melalui semangat “Jagai Ngata”.
Anggota DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menyampaikan apresiasi kepada Front Pemuda Kaili (FPK) yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kebudayaan sekaligus mempererat persatuan melalui kegiatan Libu Mbaso.
Ia menilai, Libu Mbaso Pemuda Kaili bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momentum memperkokoh identitas budaya dan kebersamaan masyarakat Sulteng.
Menurutnya, semangat “Jagai Ngata” merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga daerah, memperkuat persaudaraan, dan merawat keberagaman sebagai modal utama pembangunan Sulteng.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih menjadi modal sosial yang kuat untuk mendukung pembangunan daerah.
“Semangat “Jagai Ngata” yang diusung dalam kegiatan ini merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga daerah, menjaga persaudaraan, dan merawat keberagaman sebagai modal utama pembangunan Sulteng,” ujar Hidayat saat menghadiri kegiatan Libu Mbaso Pemuda Kaili yang dilaksanakan FPK Sulteng di Gedung Olahraga dan Arena Bumi Kaktus (GBK), Palu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia lantas menyoroti penyerahan Guma sebagai simbol “Jagai Ngata”. Menurutnya, simbol adat tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap tradisi, tetapi mengandung amanah besar untuk menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Sulteng.
“Amanah ini harus dijaga dan diwujudkan melalui sinergi seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah dan lembaga-lembaga negara,” katanya.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, generasi muda tidak boleh melupakan akar budayanya.
Ia berharap, Pemuda Kaili dapat menjadi pelopor persatuan, penjaga kearifan lokal, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sulteng yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Dengan semangat Libu Mbaso Pemuda Kaili, mari kita terus merawat persaudaraan, memperkuat harmoni, dan bersama-sama menjaga Tanah Kaili serta Sulyeng yang kita cintai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, filosofi “Jagai Ngata” harus terus dijadikan perekat persatuan masyarakat Sulteng.
“Sebab, menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan merawat harmoni di tengah keberagaman merupakan fondasi penting dalam membangun daerah yang maju dan masyarakat yang sejahtera,” tandasnya.
Laporan : Multazam











