Example 970x250

Gas Bocor dan Korsleting Diduga Jadi Penyebab Dua Kebakaran Beruntun di Parigi Moutong

Gas Bocor dan Korsleting Diduga Jadi Penyebab Dua Kebakaran Beruntun di Parigi Moutong
Kebakaran yang terjadi di salah satu dari dua desa yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan pada Jum'at malam, 24 Juli 2026. (Foto: BPBD Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Dua peristiwa kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Parigi Moutong pada Jum’at malam, 24 Juli 2026, diduga dipicu oleh penyebab yang berbeda.

Satu rumah dilaporkan terbakar akibat kebocoran tabung gas. Sementara satu rumah lainnya diduga terbakar karena korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua rumah hangus dan 13 warga terdampak dalam insiden tersebut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kedua kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WITA di dua kecamatan yang berbeda.

Peristiwa pertama terjadi di Dusun II, Desa Sidoan Barat, Kecamatan Sidoan. Sebuah rumah milik warga dilaporkan terbakar dan dugaan sementara penyebabnya adalah kebocoran tabung gas. Akibat peristiwa itu, satu kepala keluarga yang terdiri atas lima jiwa terdampak.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga melanda sebuah rumah di Dusun I, Desa Lemo Tengah, Kecamatan Ampibabo.

BACA JUGA:  Kawasan Hutan Labuan Donggulu Terbakar, BPBD Parigi Moutong Kerahkan Tim Melakukan Pemadaman

Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan rumah.

Insiden di Desa Lemo Tengah menyebabkan satu kepala keluarga dengan delapan jiwa terdampak. Dengan demikian, total warga yang terdampak dalam dua kejadian tersebut mencapai 13 orang dari dua kepala keluarga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kedua peristiwa kebakaran tersebut. Namun, dua unit rumah mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.

Usai menerima laporan, BPBD Parigi Moutong langsung berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.

Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan aparat desa, masyarakat setempat, dan personel kepolisian. Berkat upaya tersebut, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak sempat merembet ke rumah warga lainnya.

BACA JUGA:  Sempat Hilang, Pria di Banggai Ditemukan Tewas Gantung Diri

BPBD Parigi Moutong juga mencatat kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan para korban adalah bantuan logistik kebencanaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka pascakebakaran.

Selain melakukan pendataan terhadap kerugian, BPBD Parigi Moutong bersama pemerintah desa juga terus berkoordinasi guna memastikan bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *