JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Tetapi, juga menjadi momentum refleksi atas capaian sektor pendidikan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong mencatat, dari 17 indikator kinerja yang dievaluasi, sebagian besar berhasil melampaui target.
Menurut Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya akses, kualitas layanan pendidikan, hingga penguatan sektor kebudayaan.
“Sebagian besar indikator kinerja tahun 2025 menunjukkan capaian sangat baik karena realisasinya melampaui target. Namun, masih ada indikator yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada jenjang SMP/MTs,” ujar Sunarti di Parigi, Jum’at, 1 April 2026.
Pada jenjang pendidikan dasar, capaian tergolong kuat. Rata-rata lama sekolah meningkat dari target 7,97 tahun menjadi 8,07 tahun. Sementara harapan lama sekolah mencapai 12,53 tahun dari target 12,56 tahun.
Akses pendidikan usia dini juga mengalami lonjakan signifikan. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD mencapai 98,63 persen, jauh melampaui target 94,26 persen. Di jenjang SD/MI, APK tercatat 98,01 persen dari target 92,62 persen, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) mencapai 92,55 persen dari target 92,41 persen.
“Capaian ini menunjukkan peningkatan akses pendidikan dasar yang cukup signifikan, terutama pada PAUD dan SD,” katanya.
Namun, capaian berbeda terlihat pada jenjang SMP/MTs. APK SMP/MTs baru mencapai 68,21 persen dari target 83,43 persen, sementara APM berada di angka 57,63 persen dari target 82,83 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya anak usia sekolah yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah.
Di sisi kualitas, indikator pendidikan menunjukkan peningkatan. Nilai Rapor Pendidikan naik dari target 51,07 menjadi 61,78. Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga melampaui target, dari 78,36 menjadi 82,14.
Penguatan layanan PAUD Holistik Integratif bahkan mencapai 100 persen dari target 67,20 persen. Sementara itu, persentase sekolah terakreditasi mencapai 99,63 persen dari target 75,27 persen.
“Indikator kualitas layanan pendidikan menunjukkan tren yang sangat baik, baik dari sisi akreditasi maupun standar pelayanan,” ungkapnya.
Pada sektor tenaga pendidik, capaian menunjukkan dinamika tersendiri. Persentase guru berkualifikasi sesuai standar dan distribusi guru dinilai masih perlu ditingkatkan, meski indikator capaian menunjukkan hasil tinggi berdasarkan perhitungan standar pelayanan minimal.
Selain pendidikan, sektor kebudayaan juga mencatat perkembangan positif. Penyelenggaraan festival seni dan budaya melampaui target, begitu pula dengan pengembangan kesenian daerah serta pelestarian cagar budaya.
Namun, pelestarian adat budaya masih menjadi catatan karena realisasinya belum sepenuhnya mencapai target.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Menurutnya, target kinerja ke depan harus terus ditingkatkan guna mendorong perbaikan berkelanjutan.
“Kita tidak boleh terlena dengan capaian yang ada. Target ke depan harus lebih tinggi agar kualitas pendidikan terus meningkat,” tutur Sunarti.
Ia lantas menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, sekaligus meningkatkan prestasi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
Secara keseluruhan, capaian kinerja pendidikan Parigi Moutong sepanjang 2025 menunjukkan arah yang positif.
“Namun, tantangan pemerataan akses, khususnya di jenjang SMP, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan,” tandasnya.
Laporan : Multazam










