JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Abdin, mendesak pemerintah daerah segera menambah anggaran bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Minimnya dukungan anggaran dinilai berpotensi menghambat kesiapan kafilah dalam menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Sigi pada Juni 2026.
Menurut Abdin, pemerintah harus memberi perhatian serius. Jangan sampai kontingen Parigi Moutong tidak dapat mengikuti event tersebut secara maksimal.
“Keterbatasan anggaran berdampak langsung pada kesiapan kafilah Parigi Moutong. Padahal daerah ini memiliki potensi besar dan prestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujar Abdin pada Kamis, 30 April 2026.
Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan LPTQ, kata dia, anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah saat ini dinilai masih jauh dari cukup.
“Dana yang tersedia disebut hanya mampu mendukung sebagian kecil kebutuhan kontingen,” katanya.
Situasi tersebut pun mendorong DPRD untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret. Tanpa tambahan anggaran, jumlah kontingen yang diberangkatkan berpotensi dikurangi.
“Kalau tidak ada perubahan, kemungkinan hanya sebagian peserta yang bisa diberangkatkan. Kami berharap pemerintah daerah segera merespons kebutuhan itu demi menjaga nama baik daerah serta memastikan kafilah Parigi Moutong dapat tampil optimal di ajang MTQ tingkat provinsi,” ungkapnya.
Pengurus LPTQ Kabupaten Parigi Moutong, Marzuki Hululo, mengungkapkan anggaran yang tersedia saat ini sekitar Rp240 juta. Jumlah tersebut dinilai tidak mencukupi untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan kafilah.
“Minimal kami masih membutuhkan tambahan sekitar Rp300 juta lagi agar seluruh kebutuhan bisa terpenuhi. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan MTQ sebelumnya, kebutuhan anggaran tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” tandasnya.
Laporan : Miswar










