Indonesia-Prancis Kembali Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan

Indonesia-Prancis Kembali Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan
Sekjen Kemendikbudristek Suharti, bersama Dubes Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, dalam kegiatan Joint Working Group yang diselenggarakan di Unesa, Rabu, 3 Juli 2024. (Foto: Dok Kemendikbudristek)

Selanjutnya, program penelitian Partenariat Hubert Curine (PHC) nusantara telah memberikan hibah kepada 92 proyek penelitian. Setelah itu, sebanyak 149 peserta dari Prancis ikut serta dalam program beasiswa Darmasiswa RI.

“Kami juga mencatat bahwa pada tahun 2023, terdapat 297 mahasiswa Prancis yang belajar di Indonesia. Dibandingkan dengan 590 mahasiswa Indonesia yang belajar di Prancis. Melalui kolaborasi antar universitas, salah satu tujuan JWG ini, juga untuk mendorong lebih banyak mahasiswa Prancis belajar di universitas dan politeknik Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone menyebut, bahwa pengembangan kerja sama bilateral, terutama dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan prioritas bagi pemerintah Prancis.

“Saya berharap JWG ini akan memperkuat hubungan terstruktur antara kedua negara kita. Kami ingin mengintegrasikan lebih banyak program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam semangat kemitraan ini. Termasuk mengembangkan kemitraan dengan institusi-institusi di Indonesia. Saya pikir ini adalah kunci untuk memperkuat kemitraan pada isu prioritas berdasarkan visi Indonesia emas 2045,” ujar Fabien.

BACA JUGA:  Program Desa Binaan Digenjot, Dunia Usaha Diajak Berkolaborasi

Menurutnya, mobilitas akademik untuk mahasiswa dan tenaga pendidik harus menjadi pusat dalam kerja sama ini. Perjanjian kerja sama antara institusi Prancis dan Indonesia menawarkan berbagai kesempatan bagi mereka untuk pergi ke Prancis dalam rangka pertukaran semester, joint-degree, atau mobilitas ilmiah.

“Penting menerapkan jaringan alumni. Saya menyelenggarakan pertemuan dengan mahasiswa atau peneliti di Jakarta. Mereka adalah duta terbaik kerja sama bilateral kita. Setiap kali saya mengunjungi kota yang berbeda di Indonesia, saya mencoba untuk mengumpulkan semua jaringan alumni di tingkat lokal. Sehingga dapat terlihat bahwa kita memiliki banyak proyek yang berbeda. Ini bukan sekadar kerja sama pembangunan, namun wujud semangat kemitraan,” katanya.

BACA JUGA:  Mendes PDTT: Pendamping Desa Tetap Dibutuhkan Sampai Kapan Pun

Laporan : Moh. Reza Fauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *