Example 970x250

KKP Sebut Ekspor Hasil Perikanan Mengalami Perubahan Global

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Erwin Dwiyana, S.Pi. M.Sc, di objek wisata Pantai Mosing, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesin Tengah, Sabtu, 19 November 2022. (Foto: BASRUL IDRUS)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapan perubahan ekonomi global yang terjadi saat ini mempengaruhi ekspor hasil perikanan ke beberapa negara.

“Perang Ukraina dan Rusia, kemudian sisi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan energi lainnya, bahasa baku dan resisi dibeberapa negara, seperti Amerika Serikat menyebabkan penurunan daya beli,” ungkap Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Erwin Dwiyana, S.Pi. M.Sc, di objek wisata Pantai Mosing, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesin Tengah, Sabtu, 19 November 2022.

Menurutnya, untuk kembali meningkatkan daya beli hasil perikanan tersebut, KKP mendorong beberapa perubahan dan pergeseran, seperti pada komoditas udang yang mengalami kenaikan saat ini.

BACA JUGA: Menteri BUMN: Program Solar untuk Koperasi Bukti Perhatian Presiden

BACA JUGA:  Hattrick Lewandowski Bawa Barcelona Menang 4-2 Lawan Valencia

Melihat respon pasar, kata dia, KKP mendorong pemasaran komoditas tersebut, ke udang olahan siap makan, atau siap saji hingga memperkecil ukurannya, agar mudah diterima konsumen di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Tangani Gizi Nasional, KKP Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan

Selain itu, perubahan ini juga menjadi peluang di dalam negeri untuk meningkatkan daya beli. KKP saat ini, mendorong promosi konsumsi udang pada kalangan masyarakat menengah ke atas. Bahkan, memperkenalkan udang tidak hanya dapat dibeli dalam bentuk segar, namun dengan bentuk beku pun tidak menghilangkan cita rasa.

“Sasaran kami pada menengah ke atas, karena masyarakat kalangan bawah daya belinya tidak kuat pada komoditas udang,” kata dia.

Dia menurutkan, sasaran pasar Indonesia untuk ekspor komoditas udang terbesar, yakni Amerika Serikat. Hingga September 2022, ekspor udang Indonesia ke negara tersebut mencapai US$1,106 miliar dengan volume 118 ribu ton. Kemudian, Jepang menjadi negara tujuan ke dua. Tercatat hingga September 2022, ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai US$298 juta dengan volume 28 ribu ton.

BACA JUGA:  Bawaslu Morowali Awasi ASN yang Ikut Pencalonan Legislatif

“Indonesia perlu meningkatkan kinerja di pasar umum, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, ASEAN, Uni Eropa dan pasar potensial seperti Taiwan dan lain-lain,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *