Example 970x250
Ragam  

Masa Waktu Pencarian Korban Banjir Torue Diperpanjang

Kepala Seksi Operasi Basarnas Palu Andi Sultan saat memberikan keterangan terkait hasil pencarian keempat korban banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo. (Foto: Screenshot video dok Basarnas Palu)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Masa waktu pencarian empat orang korban hilang akibat banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, diperpanjang hingga 10 hari.
Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, pencarian keempat korban banjir di Desa Torue telah memasuki hari ketujuh pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Menurut Kepala Seksi Operasi Basarnas Palu, Andi Sultan, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat telah menyampaikan permintaan untuk penambahan masa waktu pencarian keempat korban.
Menindaklanjuti hal itu, dia telah menyampaikan dan telah mendapat persetujuan dari pimpinannya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes.

Hanya saja, penambahan masa waktu pencarian keempat korban banjir di Desa Torue tersebut harus diperkuat dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

“Secara lisan, permintaan penambahan masa waktu pencarian hingga 10 hari sudah disetujui pimpinan kami. Tapi harus disertai dengan persetujuan secara tertulis lagi. Dan kami masih menunggu, kemungkinan besok sudah ada,” ujar Andi Sultan melalui sambungan telepon, Selasa, 2 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Festival Durian Bakal Digelar Kembali di Parimo

BACA JUGA: Sempat Dilaporkan Hilang, 12 Pendaki Ditemukan Selamat

Terkait pencarian di hari keenam, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran melalui laut hingga memasuki kawasan perairan Kecamatan Parigi.
Sedangkan penyisiran laut di bagian selatan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga memasuki perairan Kecamatan Sausu.

Begitu pula dengan pencarian di sekitar muara dan puing-puing rumah korban, telah dilakukan pencarian. Namun, belum membuahkan hasil.
Menurutnya, pencarian di hari ketujuh besok tetap dilakukan disekitar kawasan yang sudah disisir sebelumnya.
Sebab, berdasarkan pengamatan terhadap situasi arus air laut, diperkirakan korban masih berada di sekitar kawasan tersebut.
Hal yang menjadi kekhawatirannya, para korban tertimbun lumpur atau puing-puing tembok bangunan rumah yang roboh ke laut.

Secara logika, kata dia, tim SAR gabungan telah melakukan pembongkaran terhadap puing-puing tembok rumah yang roboh, dan akan tercium bau menyengat jika di sekitar lokasi tersebut terdapat jenazah para korban.

BACA JUGA:  Warga Moutong Keluhkan Jalan Rusak dan Penanganan Banjir di Reses Anggota DPRD Parigi Moutong

Bahkan, pencarian yang dilakukan dengan penyisiran sepanjang pesisir pantai juga telah dilakukan tim SAR gabungan. Tapi belum membuahkan hasil.

BACA JUGA: Tim SAR Temukan HP di Pencarian Korban Banjir Torue

“Yang kami khawatirkan itu, para korban tertimbun lumpur dibawa air. Jika tertimbun lumpur, jenazah korban sulit diketahui,” katanya.

Khusus personel, kata dia, tetap dengan jumlah seperti sebelumnya yang juga melibatkan nelayan setempat.

“Korban yang kami ada empat orang, tetapi dari keempat korban belum ada kami temukan tanda-tanda keberadaannya. Semoga di pencarian besok akan membuahkan hasil,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *