JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan dukungan Kementerian PU terhadap program swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).
Komitmen tersebut akan diwujudkan dalam kegiatan panen raya dan pameran hasil panen IPHA yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2025, di Daerah Irigasi (DI) Rentang, Jawa Barat.
Ia mengatakan, teknologi IPHA mengandalkan metode pengairan berselang (intermittent irrigation) yang menciptakan siklus basah-kering di sawah. Hasilnya, penggunaan air irigasi dapat dihemat hingga 30 persen, dengan peningkatan produktivitas padi mencapai 169 persen dibanding metode konvensional.
BACA JUGA: Pemerintah Kebut Pembangunan 53 Sekolah Rakyat Tahap Pertama
Panen raya kali ini akan dilakukan di demplot ke-19 IPHA yang dibangun oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.
BACA JUGA: Pemerintah Percepat Migrasi ke e-SIM, Upaya Bersihkan Ruang Digital dan Cegah Penyalahgunaan Data
Melalui IPHA, Kementerian PU tidak hanya mengoptimalkan pengelolaan air irigasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian.
“Ini langkah nyata Kementerian PU untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Dody kepada wartawan, Jum’at, 18 April 2025.
Selain itu, Kementerian PU juga mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital yang memungkinkan petani dan petugas lapangan mengatur jadwal pengairan, memantau volume debit, dan mengantisipasi potensi kekeringan secara real-time.
“Kami berharap teknologi ini bisa menjadi solusi untuk menghadapi tantangan iklim ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Menteri PU dijadwalkan hadir langsung memimpin panen dan memamerkan capaian teknologi IPHA kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Sebagai gambaran, dari total 208 demplot IPHA seluas 356 hektare yang tersebar di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, sebanyak 18 demplot telah dipanen dengan rata-rata hasil mencapai 10,35 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP), jauh di atas produktivitas rata-rata nasional sekitar 6 ton/ha.
Laporan : Multazam











Respon (2)