JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan hasil produksi mencapai 45.245 ton.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyebutkan produksi terbesar dari total keseluruhan 45.245 ton tersebut berada di Kecamatan Bolano yang mencapai 20.284 ton.
Bahkan, potensi jagung Parigi Moutong masih sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur.
Menurutnya, jagung adalah komoditas masa depan yang harus kita dukung dan terus dikembangkan.
“Parigi Moutong termasuk daerah penghasil jagung terbesar di Sulteng. Makanya, mari kita menanam jagung,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis, 12 Februari 2026.
Selain peningkatan produksi, penting pula melakukan hilirisasi jagung agar nilai ekonomi komoditasnya semakin meningkat. Apalagi, jagung tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.
“Contohnya, seperti hilirisasi jagung menjadi tepung atau beragam jenis makanan olahan lainnya. Sehingga, memiliki nilai tambah yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” katanya.
Berkaitan dengan pemasarannya, kata dia, kepastian harga masih menjadi kekhawatiran utama bagi para petani. Sehingga, Pemkab Parigi Moutong telah merancang kegiatan kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjamin ketersediaan pasar dan stabilitas harga hasil pertanian.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto menginginkan Koperasi Desa Merah Putih dengan BUMDes berjalan bersamaan, bukan saling mematikan,” ungkapnya.
Dikatakannya, Parigi Moutong memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas. Selain durian yang telah menjadi komoditas unggulan, Parigi Moutong juga memiliki kelapa dalam yang mampu bersaing dengan Kabupaten Banggai, serta komoditas kakao dan udang vaname.
Ia berharap, jagung juga masuk sebagai komoditas unggulan Parigi Moutong. Sehingga, Pemkab Parigi Moutong akan memastikan program Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan mendapat dukungan dari semua pihak.
“Kami juga siap untuk mengawal agar program ini sukses,” tutur Erwin.
Menurutnya, program Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan dapat memberikan energi positif bagi Pemkab Parigi Moutong untuk semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian.
“Hal itu sejalan dengan program Asta Cita Presiden, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional,” tandasnya.
Laporan : Multazam










