JURNAL LENTERA, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Sulawesi Tengah melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), Dra. Novalina, M.M., menegaskan pentingnya efisiensi anggaran sebagai indikator utama dalam evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), selain dari tingkat serapan anggaran.
Ia menekankan, efisiensi belanja mutlak dilakukan guna menjaga kestabilan fiskal daerah. Sehingga, seluruh OPD diminta untuk menata ulang skala prioritas agar belanja pemerintah tidak melampaui kemampuan pendapatan daerah.
“Kita harus bisa memilih dan memilah skala prioritas,” ujar Novalina dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk pengendalian seluruh jenis belanja serta pemenuhan aspek efektivitas, efisiensi, dan sumber pendanaan belanja pada APBD tahun ini yang digelar di aula BPKAD Sulawesi Tengah, Kamis, 3 Juli 2025.
Sebagai bagian dari strategi pengendalian, ia mengimbau agar kegiatan rapat koordinasi, konsultasi, dan sosialisasi yang tidak berdampak signifikan dikurangi.
BACA JUGA: Peresmian Jembatan IV Palu Dijadwalkan 16 Juli
Ia pun mendorong OPD untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam komunikasi dan koordinasi internal.
“Optimalkan IT dalam koordinasi dan konsultasi,” kata Novalina merujuk pada penggunaan platform seperti zoom sebagai solusi efisien.
BACA JUGA: Anwar Hafid Optimis Prinsip 4K Jadi Kunci Atasi Kemiskinan di Sulteng
Ia juga mengingatkan persoalan pengeluaran perjalanan dinas. Di mana, setiap pejabat eselon II harus memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari gubernur dan sekdaprov. Hal ini untuk memastikan urgensi dan relevansi kegiatan yang dilakukan di luar daerah.
“Saya meyakini pengendalian belanja yang ketat akan menciptakan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Sehingga terhindar dari risiko defisit anggaran di akhir tahun,” ungkapnya.
Laporan : Mifta’in











Respon (1)