Example 970x250
Ragam  

Pria di Morut Hilang, Diduga Terjatuh ke Sungai

Pria di Morut Hilang, Diduga Terjatuh ke Sungai
SRU 2 tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir sepanjang sungai hingga ke muara, Senin, 5 Desember 2022. (Foto: Humas Basarnas Palu)

JURNAL LENTERA, MORUT – Seorang pria bernama Magsion Mbatono (69 tahun) warga Desa Wawondula, Kecamatan Morowali Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang sejak Sabtu, 3 Desember 2022.
Diduga, korban terjatuh ke sungai saat membersihkan ilalang di pinggiran sungai area kebun miliknya.

Berdasarkan data yang dirilis Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, hilangnya korban berawal pada Sabtu, 3 Desember 2022, pukul 09.00 WITA. Saat itu, korban meminta ijin kepada keluarganya untuk berangkat ke kebun miliknya membersihkan ilalang di pinggiran sungai. Namun, hingga sore pukul 17.00 WITA, korban tak kunjung kembali ke rumahnya.

Pihak keluarga bersama warga dan aparat desa setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar area kebun milik korban hingga ke sungai.

BACA JUGA: Seorang Kakek di Poso Hilang di Perkebunan Warga
Hanya saja, tidak ditemukan tanda-tanda dari korban. Dari hasil pencarian pihak keluarga bersama warga dan aparat desa setempat, korban diduga kuat terjatuh ke sungai. Sebab, ditemukannya reruntuhan tanah di pinggiran sungai.

BACA JUGA:  Bawa Sajam dan Narkoba, Dua Pria di Palu Diamankan

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Andrias Hendrik Johannes, menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya kemudian menerjunkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Morowali berjumlah empat ke lokasi pencarian.

“Jarak dari Unit Siaga SAR Morowali menuju lokasi 175 kilometer dengan menempuh perjalanan melalui darat selama 4 jam,” ujar Andrias, dalam keterangan persnya, Senin, 5 Desember 2022.

BACA JUGA: Nelayan Desa Kabonga Besar di Donggala Dilaporkan Hilang

Saat tiba di lokasi, kata dia, tim rescue melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan aparat setempat.
Setelah itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat desa setempat dibantu warga langsung melakukan pencarian terhadap korban.

BACA JUGA:  Aliansi untuk Petani Lee Tolak Peninjauan Kembali PT. SPN

“Tim SAR gabungan ini, dibagi menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan pencarian di sungai hingga ke muara. Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian di sekitar lokasi kebun milik korban,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *