Kementerian Pertanian Genjot Pengembangan Kelor

Kementerian Pertanian Genjot Pengembangan Kelor
Pelaku usaha perkebunan asal Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Dudi Krisnadi, owner PT Moringa organik Indonesia (PT MOI) yang sudah menggeluti bisnis kelor sejak tahun 2010. (Foto: Dok Kementan)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot pengembangan hulu-hilir kelor. Upaya Kementan ini, agar komoditas pangan tidak hanya dikerjakan pada aktivitas on farm, tetapi juga kembangkan off farm melalui hilirisasi produk pertanian termasuk perkebunan. Salah satu komoditas perkebunan yang prospek dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar hingga ekspor adalah Moringa atau biasa dikenal kelor.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah, potensi produk turunan perkebunan sangat besar dan sudah pasti dibutuhkan serta semakin dilirik pasar global. Kelor termasuk salah satu tanaman perkebunan berpotensi bisnis cukup luas, tidak hanya diperjualbelikan bahan baku mentah saja di pasar tradisional namun bisa diolah menjadi beragam jenis produk turunan seperti varian minuman maupun makanan, produk kesehatan, bahkan produk kecantikan alami.

“Manfaat daun kelor memang beragam tak heran banyak yang mulai menggeluti usaha kelor ini. Untuk itu kita perlu kembangkan dan memperkuat perkebunan dari hulu hingga ke hilir,” ujar Andi Nur Alam di Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2023.

BACA JUGA:  Kapolda Sulteng Kini Dijabat Irjen Pol Agus Nugroho

BACA JUGA: Menteri Pertanian Minta Jajarannya Sejahterakan Petani

Selain itu, pengembangan komoditas kelor perlu juga diperhatikan dalam merancang kemasan produk turunannya dan strategi pemasaran agar dapat menciptakan produk yang menarik, dan memberikan kesan tertentu yang dapat terus diingat di benak konsumen. Demi mewujudkan hal tersebut, tentunya membutuhkan sinergi atau kolaborasi bersama dan saling menguatkan.

BACA JUGA: Mentan SYL Dorong Daerah Siapkan Lumbung Pangan

“Mari kita bersama-sama perkuat potensi-potensi hasil olahan tanaman perkebunan, hingga bisa terus melejit di pasar internasional,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) selalu meminta seluruh jajarannya agar terus mengggali potensi produk turunan sehingga memiliki kualitas hasil yang baik, bermutu, bernilai tambah, dan berdaya saing serta lebih beragam. Hal tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani itu sendiri.

BACA JUGA:  Pengurus FPTI Temui Presiden, Bahas Kejuaraan Dunia IFSC

“Pekebun dan generasi muda harus sigap dan jeli melihat peluang besar produk olahan hasil perkebunan. Peran dan kontribusi aktifmu dapat memajukan dan memperkuat perekonomian negara. Jadikan kelor ini semakin digandrungi di pasar global,” katanya.

“Mari dorong produksi dan produktivitas, kita jaga ketersediaan bahan baku perkebunan, serta menjamin kontinuitas produk turunan, dengan didukung terobosan baru yang lebih kreatif, inovatif dan teknologi yang semakin mumpuni,” ujar Mentan menambahkan.

Laporan : Roy Lasakka Mardani/**

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *