Example 970x250

Menteri Pertanian Minta KPK Berkantor di Kementan

Menteri Pertanian Minta KPK Berkantor di Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (tengah). (Foto: Dok Kementan)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menempatkan salah satu anggotanya berkantor di Kementerian Pertanian.

Menurutnya, dengan adanya pengawasan langsung dari KPK, diberharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Kementan. Selain itu, dapat mengakselerasi peningkatan produksi untuk mengembalikan swasembada pangan serta kesejahteraan petani dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Insya Allah, kami datang untuk memperbaiki citra Kementan. Tidak boleh ada main-main. Saya mengikuti sumpah saya kepada Presiden saat pelantikan. Dalam menjalankan tugas dan jabatan, harus menjunjung tinggi etika jabatan dan menjalankan undang-undang selurus-lurusnya demi nama baik nusa dan bangsa,” ujar Amran di Kantor Kementan, Jum’at, 27 Oktober 2023.

BACA JUGA: Kementan Bangun Kampung Hortikultura Bawang Merah Siap Ekspor

BACA JUGA:  Tak Ada Klub Inggris, Ini 4 Klub Semifinalis Liga Champions 2023/2024

Ia mengaku meyakini, dengan berkantornya KPK di Kementan, penguatan integritas dan pencegahan KKN dapat terlaksana dengan lebih efektif. Sehingga, ia berharap, agar KPK dapat segera mengabulkan permintaannya untuk menempatkan anggotanya berkantor di Kementan.

“Lebih cepat, lebih baik, dan lebih bagus. Saya sudah minta proses suratnya. Tujuan kita (Kementan dan KPK) itu sama, ingin kita menjalankan undang-undang selurus-lurusnya. Apalagi ini negara milik kita bersama,” tegasnya.

BACA JUGA: Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian Skala Rumah Tangga

Ia menambahkan, dalam rapat pimpinan Kementan, ia akan fokus untuk memanfaatkan dua bulan terakhir 2023. Pemanfaatan dua bulan di akhir 2023, pihaknya merencanakan masa tanam Oktober-Maret di musim hujan, di tengah El Nino. Terutama di dua komoditas strategis, yaitu padi dan Jagung.

BACA JUGA:  PORKAB Jadi Ajang Pemantapan, Pengkab FOPI Parigi Moutong Siapkan Enam Atlet Jelang PORPROV

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh meleset. Meskipun Indonesia saat ini masih memiliki stoknya pangan. Namun, harus tetap menjaga produksi semaksimal mungkin.

“Ini perintah langsung dari Pak Presiden. Kita sudah letakkan fondasi pembangunan pertanian yang modern. Di tahun 2017, kita sudah mulai swasembada beras hingga beberapa tahun terakhir. Empat tahun kita swasembada beras. Sekarang kita mulai balikan lagi,” tandasnya.

Laporan : Reza/**

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *