Wamendagri soal Retret Kepala Daerah di Magelang

Wamendagri soal Retret Kepala Daerah di Magelang
Wamendagri Bima Arya, saat menyampaikan laporannya pada pembukaan retret kepala daerah di Lembah Tidar Akmil Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Februari 2025. (Foto: Dok Kemendagri)

JURNAL LENTERA, MAGELANG Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, menegaskan retret pembekalan kepala daerah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan memperkuat kompetensi kepala daerah.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki tanggungjawab untuk memastikan kepala daerah memiliki pemahaman yang kuat terhadap tugas dan program kerja mereka.

“Rangkaian pembekalan kepala daerah tahun ini diharapkan mencapai target yang telah ditetapkan dalam seluruh agenda kegiatan,” ujar Bima dalam laporannya pada pembukaan retret kepala daerah di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.

BACA JUGA: Momen Bersejarah! Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah di Istana Merdeka

Dalam kegiatan ini, kata dia, kepala daerah akan menerima berbagai materi dari narasumber terkait pemahaman terhadap tugas pokok kepala daerah, pemahaman Asta Cita, serta program kerja dari berbagai kementerian.

BACA JUGA:  HIPKA NTB Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamen Transmigrasi: Butuh Perjuangan Bersama

Selain peningkatan pemahaman, retret ini juga bertujuan untuk membangun kedekatan antarkepala daerah guna mendukung pelaksanaan program kerja.

BACA JUGA: Retreat Pembekalan Kemendagri Diikuti 450 Kepala Daerah

“Membangun chemistry, emotional bonding, dan team building. Kedekatan ini akan memperkuat sinergi di masa depan,” katanya.

Retret kepala daerah didesain lebih interaktif, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara narasumber dengan peserta, serta di antara kepala daerah sendiri. Dengan format ini, diharapkan perspektif dari daerah dapat disampaikan langsung kepada pemerintah pusat.

Bima melaporkan, dari 503 kepala daerah yang diundang, hingga Jum’at, 21 Februari 2025 malam, sebanyak 450 kepala daerah telah hadir. Sementara, 53 lainnya belum hadir. Dari jumlah tersebut, 5 kepala daerah izin karena sakit, 1 kepala daerah izin dengan surat resmi, dan 47 lainnya belum memberikan kabar.

Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kepala daerah yang berhalangan hadir diminta untuk mengirimkan wakilnya agar materi yang disampaikan dalam retret dapat diteruskan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah masing-masing.

BACA JUGA:  Tanggapi Keluhan Petani soal Kelangkaan Pupuk, Dinas TPHP Parigi Moutong “Ngaku” Pantau Pengecer

Sebagai bagian dari upaya mitigasi kesehatan, kata dia, peserta retret diberikan gelang berwarna sebagai penanda kondisi kesehatan mereka.

“Tercatat sebanyak 413 kepala daerah mengenakan gelang hijau (sehat), 22 kepala daerah mengenakan gelang kuning (memerlukan observasi), dan 15 kepala daerah mengenakan gelang merah (memerlukan atensi khusus),” ungkapnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *