Example 970x250

Borneo Schematic Siap Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Teknologi Reparasi Ponsel

Borneo Schematic Siap Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Teknologi Reparasi Ponsel
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi tim TESPOIN di Kementerian Ekraf, Jakarta, Jum’at, 12 September 2025. (Foto: Dok Kementerian Ekraf)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, khususnya di sektor reparasi ponsel.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat sertifikasi bagi teknisi ponsel. Sehingga, memudahkan mereka untuk berkarier di pasar global.

“Kami siap berkolaborasi untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat sertifikasi ke lembaga terkait, dan menghadirkan acara bertaraf dunia, termasuk dengan DKI Jakarta dalam rangka memperingati hari jadi ke-500 tahun,” ujar Menteri Ekraf dalam pertemuan dengan tim Borneo Schematic dan Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) di Kementerian Ekraf, Jakarta, Jum’at, 12 September 2025.

BACA JUGA: Mendagri : Bantuan Harus Tepat Sasaran untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim Indonesia yang berhasil lolos ke babak final kejuaraan dunia di Tiongkok.

BACA JUGA:  Polres Parimo Siapkan 150 Personel di Pengamanan Harkannas

Menurutnya, keikutsertaan tim TESPOIN di ajang internasional ini bukan hanya menunjukkan partisipasi. Tetapi, juga potensi besar dunia aplikasi dan jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia.

“Saya mendoakan agar tim Indonesia meraih juara,” katanya.

BACA JUGA: Pergerakan Wisatawan Nusantara Naik Hampir 30 Persen pada Juli 2025

Founder & CEO Borneo Schematic, Rizal Arsyad Dini, menjelaskan Borneo Schematic adalah perangkat lunak hardware repair yang telah digunakan oleh teknisi ponsel dan laptop di 197 negara.

“Borneo Schematic membuktikan bahwa inovasi lokal dapat berdaya saing di tingkat global. Kami juga memiliki lembaga pelatihan kerja, Borneo Flasher Indonesia, dengan lebih dari 3.000 alumni, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah dapat membantu regulasi agar para teknisi Indonesia dapat bekerja di luar negeri. Sebab, banyak permintaan untuk teknisi Indonesia di luar negeri. Sehingga, membutuhkan dukungan pemerintah.

BACA JUGA:  Launching Buku Brimob Ditandai Peresmian Struktur Baru

Ajang CGC World Cup 2025 akan mempertemukan teknisi ponsel terbaik dari seluruh dunia untuk berkompetisi, berjejaring, dan menunjukkan keahlian mereka. Indonesia akan diwakili oleh 11 orang, termasuk empat peserta juara Borneo Championship CGC Indonesia 2025, serta tujuh orang ofisial. Keikutsertaan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keunggulan dalam teknologi reparasi digital.

Laporan : Mifta’in

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *