Wagub Sulteng: Deteksi Dini Kunci Selamatkan Anak dari Penyakit Jantung Bawaan

Wagub Sulteng: Deteksi Dini Kunci Selamatkan Anak dari Penyakit Jantung Bawaan
Wagub Sulteng Reny Lamadjido, saat menghadiri kegiatan skrining yang digelar dalam rangka CHD Awareness Week di SDIT Bina Insan Palu, Jum’at, 6 Februari 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan deteksi dini menjadi kunci utama dalam upaya menyelamatkan anak dari penyakit jantung bawaan, melalui kegiatan skrining yang digelar dalam rangka CHD Awareness Week di SDIT Bina Insan Palu, Jum’at, 6 Februari 2026.

Kegiatan skrining yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sulteng tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan atau Congenital Heart Disease (CHD).

BACA JUGA: Sulteng Catat Prevalensi Stunting 5,6 Persen

Reny menekankan, penyakit jantung bawaan merupakan persoalan kesehatan serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak apabila tidak terdeteksi sejak dini.

BACA JUGA: Pemprov Sulteng Berpeluang Raih UHC Award 2025

“Penyakit jantung bawaan adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Deteksi dini melalui skrining sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  154 Orang TO Diamankan dalam Operasi Pekat di Sulteng

Ia menjelaskan, skrining jantung yang diberikan secara gratis bertujuan untuk mengetahui kondisi jantung anak sejak awal.

Sehingga solusi medis dapat segera ditentukan jika ditemukan kelainan. Wagub juga mengimbau para orang tua dan siswa agar tidak merasa takut mengikuti pemeriksaan.

“Tidak usah takut, karena pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter-dokter ahli,” katanya.

Melalui momentum CHD Awareness Week, dr. Reny berharap kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung bawaan semakin meningkat, sekaligus mendorong deteksi dini sebagai langkah pencegahan.

Ia lantas mendorong agar kegiatan serupa dapat diperluas pelaksanaannya hingga ke kabupaten-kabupaten lain di Sulteng.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan juga di kabupaten-kabupaten lain, agar penyakit jantung bawaan dapat diketahui sejak dini,” ungkapnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Wagub Sulteng turut mengajak siswa-siswi SDIT Bina Insan Palu bernyanyi bersama lagu Maju Tak Gentar untuk membangun semangat dan keceriaan anak-anak.

BACA JUGA:  Kasus Stunting di Kabupaten Sigi Tertinggi di Sulteng

Usai membuka kegiatan, Wagub Sulteng meninjau langsung pelaksanaan skrining di ruang kelas 1 Abu Bakar dan Umar yang disulap menjadi ruang pemeriksaan EKG (elektrokardiografi) dan ekokardiografi (echo jantung).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PERKI Sulteng, Kepala Sekolah SDIT Bina Insan Palu, perwakilan Direktur RS Anutapura Palu, serta mahasiswa tim bantuan medis Arteri Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa).

Laporan : Mifta’in

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *