TP-PKK Parigi Moutong Didorong Tekan Kematian Ibu dan Bayi

TP-PKK Parigi Moutong Didorong Tekan Kematian Ibu dan Bayi
Hestiwati Nanga, saat melantik Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong di aula lantai dua Kantor Bupati setempat, Sabtu, 11 April 2026. (Foto: HARRY MUKTI)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, didorong untuk berperan aktif dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui program kerja yang berbasis data akurat serta intervensi tepat sasaran.

Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, mengatakan pentingnya penggunaan data valid dalam menjalankan seluruh program PKK.

Sebab, program PKK dinilainya kompleks. Sehingga, tidak boleh hanya bekerja di permukaan.

Ia pun meminta seluruh Ketua TP-PKK kecamatan memiliki basis data yang akurat. Mulai dari capaian imunisasi hingga deteksi dini penyakit seperti tuberkulosis (TBC).

“Data menjadi fondasi utama dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa data, kebijakan kita tidak akan tepat sasaran,” ujar Hestiwati saat menghadiri kegiatan pelantikan Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 11 April 2026.

Ia bahkan menyoroti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong, yang menjadi tantangan serius di sektor kesehatan.

BACA JUGA:  Nelayan Parigi Hilang saat Melaut, Perahu Korban Ditemukan Hanyut Puluhan Kilometer dari Rumpon

Sehingga, ia mendorong pengurus TP-PKK kecamatan memahami indikator secara presisi dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, agar setiap intervensi yang dilakukan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong berencana meluncurkan Transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas layanan kesehatan terpadu.

“Pemkab Parigi Moutong telah menegaskan bahwa TP-PKK dan Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan berbasis keluarga. TP-PKK dan Bunda PAUD adalah motor penggerak,” katanya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Adrudin Nur, mengatakan TP-PKK Parigi Moutong membutuhkan inovasi kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Terutama dalam percepatan penurunan stunting dan pemerataan layanan PAUD hingga ke pelosok.

BACA JUGA:  Parigi Moutong dalam Tekanan: Fiskal Terbatas, Illegal Fishing Tak Terbendung

Pelantikan Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD kecamatan se-Parigi Moutong bukan sekadar seremoni. Melainkan amanah besar untuk menggerakkan pembangunan dari unit terkecil, yaitu keluarga.

Apalagi Bupati Parigi Moutong telah menitipkan empat pilar prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penurunan stunting, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis keluarga dan UMKM.

“Kemudian pembangunan infrastruktur desa dan reformasi birokrasi serta pelayanan publik,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *