Example 970x250
Ragam  

Hilirisasi Kelapa Digencarkan, Parigi Moutong Kebagian 500 Hektare

Hilirisasi Kelapa Digencarkan, Parigi Moutong Kebagian 500 Hektare
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan di Dinas TPHP Parigi Moutong, Rony Alexander. (Foto: GALANG ANARKI GAIB)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Program hilirisasi kelapa terus digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan), dengan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendapat alokasi pengembangan seluas 500 hektare pada 2026.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus mendorong kesejahteraan petani di daerah.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) melakukan kunjungan ke Parigi Moutong untuk meninjau langsung kesiapan kelompok tani penerima bantuan.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Rony Alexander, mengatakan total bantuan yang diberikan tahun ini seluas 500 hektare yang akan direalisasikan dalam dua tahap.

Tahap pertama, kata dia, penyaluran mencakup 300 hektare. Sementara tahap kedua seluas 200 hektare untuk pengembangan kelapa dalam.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau lokasi penangkaran bibit kelapa dalam di Desa Sausu Piore, Kecamatan Sausu.

“Berdasarkan data penangkar, terdapat sekitar 33 ribu bibit kelapa dalam yang siap disalurkan,” ujar Rony, Rabu, 15 April 2026.

BACA JUGA:  Terkait Utang, Seorang Ib Diduga Disekap 15 Jam

Rencananya, bantuan bibit akan difokuskan ke sejumlah kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Kasimbar, Tomini, dan Bolano Lambunu. Sementara wilayah lainnya masih akan diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Rony menegaskan, tidak semua kelompok tani dapat menerima bantuan tersebut karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

“Tidak mudah mendapatkan bantuan bibit ini. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh masing-masing kelompok tani,” katanya.

Ia mengingatkan agar kelompok tani penerima dapat memanfaatkan bantuan secara optimal melalui penanaman yang tepat dan sesuai jadwal. Hal tersebut dianggap penting karena keberlanjutan program bersifat dinamis, sebagaimana disampaikan Dirjen Perkebunan Kementan dalam sosialisasi di Kecamatan Parigi Selatan.

“Karena bisa saja jumlah bantuan bertambah atau berkurang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, besaran bantuan dapat berkurang apabila pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai jadwal. Sebaliknya, jika program berjalan optimal, luasan bantuan berpotensi ditingkatkan.

BACA JUGA:  Pengungsi Banjir Bandang Desa Beka Sudah Kembali ke Rumah

“Harapan kami, bantuan untuk Kabupaten Parigi Moutong tidak berkurang, karena tahap pertama ini akan menjadi bahan evaluasi,” tutur Rony.

Selain komoditas padi sawah, kata dia, sektor perkebunan di Parigi Moutong dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya kelapa, kakao, dan durian yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah.

“Ada juga komoditas perkebunan lainnya meski hanya di beberapa titik, tetapi tetap mendukung peningkatan ekonomi petani,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *