JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Di tengah keberhasilan ekspor perdana 27 ton durian Kabupaten Parigi Moutong ke pasar Tiongkok, para petani justru dihadapkan pada ancaman serius berupa penyakit bangkalan yang menyerang kualitas buah durian.
Persoalan itu mencuat dalam dialog optimalisasi kualitas ekspor komoditas durian Parigi melalui pendampingan karantina yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avulua, Kamis, 27 Mei 2026.
Salah seorang petani asal Desa Alo’o, Kecamatan Ampibabo, Bakrin, mengungkapkan penyakit bangkalan menjadi momok bagi petani karena menyerang daging buah tanpa bisa terdeteksi dari luar.
“Kalau dibelah baru kelihatan. Rasanya jadi tawar, kandungan air berlebihan, dan ada bercak pada daging buah. Petani sering rugi saat panen,” ujarnya.
Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari Kepala Barantin, H. Abdul Kadir Karding. Ia memastikan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mempelajari penyebab dan mencari solusi penanganan penyakit bangkalan.
“Barantin akan bergerak proaktif. Kami akan segera membentuk tim khusus untuk mempelajari dan mencari solusi efektif dalam menangani penyakit bangkalan ini agar tidak lagi merugikan petani,” tegas Abdul Kadir Karding.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga mutu durian mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengemasan sesuai standar internasional agar mampu bersaing di pasar global.
“Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan petani, durian Parigi Moutong diharapkan tidak hanya sukses menembus pasar ekspor. Tetapi, juga mampu terbebas dari ancaman penyakit yang merugikan petani,” katanya.
Meski dibayangi ancaman penyakit, sektor durian Parigi Moutong terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2026, daerah ini mencatat sejarah baru dengan keberhasilan ekspor perdana sebanyak 27 ton durian ke pasar Tiongkok.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, mengatakan keberhasilan ekspor harus dibarengi dengan pengawasan kualitas yang ketat agar durian daerah yang dipimpinnya tetap dipercaya pasar internasional.
“Kami ingin durian daerah ini tidak hanya dikenal karena kelezatannya. Tetapi, juga dipercaya kualitasnya yang terjamin dan aman dikonsumsi oleh siapa saja dan di mana saja,” tutur Erwin.
Potensi durian di Parigi Moutong juga dinilai sangat besar. Luas perkebunan mencapai 1.114 hektare dengan sekitar 114.103 pohon produktif.
“Total produksinya sekitar 6.000 ton per tahun yang tersebar di 19 kecamatan,” pungkasnya.
Laporan : Multazam











