Example 970x250
Ragam  

Bahas Banjir Torue, Gubernur Cudy Temui Kementerian PUPR

Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura bersama rombongan saat berada di Kementerian PUPR, Jum'at, 12 Agustus 2022. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Guna memastikan penanganan pascabanjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura menemui pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jum’at, 12 Agustus 2022.

Kunjungan Gubernur Sulteng yang akrab disapa Cudy merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono pascabanjir bandang di Desa Torue.

Dalam kunjungannya, Gubernur Sulteng diterima langsung Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, ST, M.Sc, DEA., serta Direktur Bina OP Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

“Pak Menteri saat ini sedang rapat di Menko Perekonomian. Baru saja berangkat 5 menit yang lalu,” ujar Staf Ahli Menteri yang akrab dipanggil Endra.

Saat berdiskusi, Gubernur Sulteng menyampaikan maksud kedatangannya ke Kementerian PUPR terkait komitmen bersama dalam penanganan pascabanjir bandang di Desa Torue.
Gubernur Cudy juga mengingatkan perihal pelaksanaan tanggap darurat bencana banjir di Desa Torue hanya berlangsung sebulan.

“Saya datang kesini untuk memastikan penanganan darurat tanggap bencana di Desa Torue yang harus disegerakan,” ujar Gubernur Cudy.

BACA JUGA:  Bupati Samsurizal Pimpin Rakor Evaluasi Kinerja OPD

Selain penanganan tanggap darurat bencana banjir di Desa Torue, Gubernur Cudy, juga menyampaikan penanganan infrastruktur pendukung ibu kota negara yang dinilainya penting untuk dikerjakan.

BACA JUGA: Korban Banjir Bandang di Torue Akan Direlokasi

Terkait hal itu, Gubernur Cudy menjelaskan persoalan jalan sabuk tengah di Kasimbar-Tambu dan distribusi logistik ke ibu kota negara.
Pasalnya, Sulawesi Tengah, untuk Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala telah ditetapkan sebagai kawasan pangan nusantara.

“Sehingga kami memohon dukungan penyediaan air bakunya,” katanya.

Menanggapi penyampaian Gubernur Sulteng, Staf Ahli Menteri PUPR langsung mengundang Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Direktorat Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, ST., untuk memastikan penanganan darurat yang sedang berlangsung.

Menurut Adenan, tim yang ditugaskan terus bekerja menyelesaikan tanggul penahan darurat dan normalisasi sungai di Desa Torue dengan melibatkan pihak BUMN.
Pihaknya juga telah mendesain bangunan pengaman pantai permanen dengan peletakan secara acak tetrapod sebagai pemecah ombak.

BACA JUGA:  Kawasan Hutan Labuan Donggulu Terbakar, BPBD Parigi Moutong Kerahkan Tim Melakukan Pemadaman

BACA JUGA: Penjelasan Menteri PUPR soal Penanganan Banjir Torue

“Mohon bantuan bapak Gubenur untuk sosialisasikan di lapangan, agar areanya clear dari bangunan masyarakat serta peralatan berat dan area kerja tim bisa maksimal,” ujar Adenan.

Terkait dukungan penyediaan air baku untuk kawasan pangan nusantara, Staf Ahli Menteri PUPR juga meminta langsung kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 3 melalui Direktur Bina OP Dirjen Sumber Daya Air untuk segera action dengan membuat sumur bor di Desa Talaga dengan membuat skema jaringan irigasi springkel bagi kebutuhan penanaman jagung.

Sumber : Humas Pemprov Sulteng

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *