Example 970x250
Ragam  

Korban Banjir Bandang di Torue Akan Direlokasi

Kondisi rumah warga rusak berat di Dusun II Desa Torue pascabanjir yang terjadi pada Kamis malam, 28 Juli 2022. (Foto: JurnalLentera.com/ROY LASAKKA MARDANI)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Warga korban banjir bandang di Dusun II dan III Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan direlokasi.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, Idran, berdasarkan data sementara, ada sebanyak 43 kepala keluarga (KK) yang akan direlokasi untuk ditempatkan di hunian sementara (Huntara).
Dari total 43 KK yang rumahnya rusak berat dan hilang ini, kemungkinan akan bertambah.
Sedangkan Huntara akan dibangun di lahan milik Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang baru tersedia saat ini seluas kurang stengah hektare.
Lokasinya berada di Dusun II Desa Torue.

“Kami akan rapat lagi besok malam, untuk menentukan data ril jumlah warga yang akan direlokasi. Jadi 43 KK itu masih data sementara,” ujar Idran, Jum’at, 12 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Perwira Berpengalaman, Berikut Rekam Jejak Karir Irjen Pol Endi Sutendi

BACA JUGA: Trauma Healing Polda Sulteng Diikuti Puluhan Siswa SD

Sedangkan khusus pembangunan Huntara menunggu keputusan Gubernur Sulawesi Tengah yang akan menunjuk dua dinas.
Berbeda dengan hunian tetap (Huntap) yang akan dibangunkan bagi warga, yang akan direlokasi.
Menurut Idran, pembangunan Huntap menunggu penetapan harga oleh tim apresial.

Terkait wacana relokasi, ada dua versi yang berkembang di masyarakat. Ada yang menolak direlokasi dan ada pula setuju direlokasi.
Pada dasarnya, BPBD Kabupaten Parimo tidak setuju dengan warga yang menolak direlokasi. Alasannya, lokasi rumah warga yang rusak akibat banjir tidak layak lagi untuk bangunkan rumah.

BACA JUGA: Berikut Laporan Sementara Kaji Cepat Dampak Banjir Torue

BACA JUGA:  Ramzan Kadyrov: Pasukan Pemberani Kami Rebut Balai Mariupol

Terkait jadwal pembangunan Huntara, kata dia, menunggu verifikasi data rumah warga yang rusak akibat banjir.
Kemudian, data tersebut akan diserahkan kepada pihak BPBD Sulawesi Tengah.

“Kami tinggal menunggu verifikasi saja. Apakah ada ketambahan atau tidak,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *