JURNAL LENTERA, PARIMO – Perairan laut di Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, marak ilegal fishing atau aktifitas pengeboman ikan.
Bahkan, aktifitas melanggar hukum itu, menurut warga yang tinggal di pesisir pantai wilayah tersebut sangat meresahkan.
Menurut warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai Kecamatan Ongka Malino sering kali mendengar bunyi ledakan yang diduga kuat dari aktifitas pengeboman ikan. Tidak sedikit masyarakat nelayan di wilayah setempat sering kali melihat aksi ilegal fishing tersebut.
“Tadi kejadiannya sekitar pukul 08.00 WITA. Masyarakat dikejutkan dengan bunyi ledakan dari arah laut, sekitar 900 meter dari pantai,” ujar Ahad (40 tahun), warga Kecamatan Ongka Malino, Kamis, 8 September 2022.
BACA JUGA: Ditpolairud Polda Sulteng Tangkap 16 Terduga Pelaku Bom Ikan
Menurutnya, bunyi ledakan itu bukan kali pertama didengar warga sekitar. Bahkan, sebelumnya aktifitas pengeboman ikan juga terjadi di perairan laut Kecamatan Ongka Malino. Jarak lokasi pengeboman saat itu hanya sekitar kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.
Peristiwa itu, juga sempat dilaporkannya bersama tokoh masyarakat ke Pemerintah Kecamatan Ongka Malino, namun belum ada penindakan.
“Buktinya bunyi ledakan orang yang menangkap ikan dengan cara di bom masih juga terjadi,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Parimo yang Hilang Ditemukan Selamat
Dia mengaku tidak berani mendekati para pelaku ilegal fishing untuk melihat lebih jelas. Begitu pula dengan warga lainnya, karena khawatir dengan aksi nekat para pelaku.
Menurutnya, aktifitas ilegal fishing tersebut akan berdampak terhadap kerusakan terumbu karang.
Bahkan, akibat aktifitas ilegal fishing tersebut berdampak terhadap hasil tangkap nelayan tradisional.
“Kami berharap pemerintah atau pihak berwajib bisa berperan aktif dalam mengawasi perairan laut disini,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani












Respon (2)