Ikan Hasil Laut Parimo Bakal Masuk Pasar Benua Eropa

Dubes Republik Seychelles untuk Indonesia Nico Barito, saat menyampaikan sambutannya di kegiatan puncak Harkannas ke-9 yang dilaksanakan di objek wisata Pantai Mosing Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Senin, 21 November 2022. (Foto: BASRUL IDRUS)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), sebagai salah satu daerah di Sulawesi Tengah, yang masuk dalam kawasan Teluk Tomini bakal memasuki pasar Benua Eropa.

Menurut Duta Besar (Dubes) Republik Of Seychelles untuk Indonesia Nico Barito mengaku telah menyampaikan ajakan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo untuk berkolaborasi memasarkan ikan hingga ke Benua Eropa.
Bahkan, persoalan itu, telah disampaikannya langsung kepada Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Parimo H. Badrun Nggai, SE.

“Saya telah usulkan kepada bapak Wabup H. Badrun Nggai, supaya ikan di Kabupaten Parimo bukan hanya dikonsumsi di ASIA. Tapi bersama Republik Of Seychelles masuk ke Benua Eropa,” ujar Niko Barito, saat menyampaikan sambutannya di kegiatan puncak Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-9 yang dilaksanakan di objek wisata Pantai Mosing Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Senin, 21 November 2022.

BACA JUGA: Sekda Parimo: IKN Diharapkan dapat Menurunkan Kesenjangan Ekonomi

BACA JUGA:  34 Finalis Berebut Gelar, Parigi Moutong Jadi Panggung Duta Investasi Sulteng

Menurutnya, jika Pemda Parimo telah berkolaborasi dalam pemasaran ikan tersebut, dipastikan akan memberikan nilai tambah ekonomi. Bahkan, dapat mengalami diversifikasi pasar.

Usulan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjutinya dengan petunjuk Menteri Perikanan dan Kelautan, Sakti Wahyu Trenggono.

BACA JUGA: Udang Vaname Teluk Tomini di Parimo Didorong Menjadi Ketahanan Pangan

“Konektivitas Republik Of Seychelles ke Benua Eropa sangat baik. Negara kami dan Indonesia berbagi lautan yang sama,” kata dia.

Dia menjelaskan, Republik Of Seychelles merupakan negara kepulauan maju di Lautan Hindia. Perekonomiannya, berasal dari pariwisata, perikanan, dan jasa. Saat ini, income per kapita Negara tersebut mencapai 30 USD.

“Tetapi kami tidak melaksanakan Harkannas. Di sini, saya melihat Indonesia, bagaimana Pemda Parimo melakukan perpaduan nelayan tradisional dengan kearifan lokal dan potensi daerah,” katanya.

Terlepas dari Perikanan Republik Of Seychelles yang maju, kata dia, pihaknya memastikan harus belajar banyak tentang budaya Indonesia.
Dia bahkan mengaku terkesima dengan tarian karnaval yang dipentaskan pada kegiatan puncak Harkannas.
Bahkan, ia mengaku telah berjanji dengan Bupati Parimo akan mengundang para penari tarian karnaval untuk mengikuti pentas di festival budaya Republik Of Seychelles.

BACA JUGA:  Pemkab Parigi Moutong Perkuat Branding Daerah Lewat Forum Industri Pariwisata di Kemenpar

Sebagai Negara Kepulauan dengan jumlah pendudukan 100 ribu orang dan wisatawan 500 ribu orang serta konektivitas 19 pesawat per hari.

Dia menyebutkan, saat ini konsumsi ikan Republik Of Seychelles mencapai hingga 80 per kapita.

“Saya gak tahu kenapa konsumsi Ikan di Indonesia kecil, padahal rakyatnya banyak,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *