Udang Vaname Teluk Tomini di Parimo Didorong Menjadi Ketahanan Pangan

Kegiatan seminar dan temu bisnis dalam rangka Harkannas ke-9 yang dilaksanakan di objek wisata Pantai Mosing Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Sabtu, 19 November 2022. (Foto: NOVITA RAMADHAN)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Penyelenggaraan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-9 yang dilaksanakan di objek wisata Pantai Mosing, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dimulai dengan pelaksanaan seminar dan temu bisnis, Sabtu, 19 November 2022.

Kegiatan tersebut, mengusung tema ‘Indrustrialisasi Budidaya Udang Vaname di kawasan Teluk Tomini dalam mendukung ketahanan pangan nasional’.

“Seminar saat ini merupakan rangkaian penyelenggaraan Harkannas yang kita laksanakan mulai 19-21 November 2022 didua tempat, yakni Pantai Mosing dan Parigi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Zulfinasran Ahmad, saat membacakan sambutan Bupati Parimo, di Pantai Mosing.

Dia mengatakan, ke depan persoalan pangan menjadi hal serius. Banyak negara mulai khawatir akan terjadi krisis pangan yang menimpah seluruh dunia.

Bahkan diperkirakan 179 hingga 181 juta orang di 41 negara akan menghadapi krisis pangan. Hal ini, kata dia, sebagai dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Disisi lain, perang antara Ukraina dengan Rusia juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap krisis pangan dan energi.

BACA JUGA:  Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Jalan Layang Maros–Bone

BACA JUGA: Wabinar KKP Rangkaian Harkannas, Sekda Parimo Menjadi Narasumber

“Penyelenggaraan Harkannas saat ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk bersinergi dan menjadi langkah awal yang baik, dalam memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

BACA JUGA: Hamzah Tjakunu Sebut Pemda Parimo Perlu Meningkatkan Pemulihan Ekosistem Pesisir

Menurutnya, dalam seminar dan temu bisnis ini akan disampaikan materi tentang budidaya udang tambak mini skala rumah tangga (Butamira) dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Jambraba Bali.

Harapannya, masyarakat tidak hanya kagum dengan Industri tambak udang yang berkembang saat ini. Namun, dapat mendorong kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat.

“Dana desa bisa didorong untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dikesempatan ini, saya sampaikan mohon perusahaan dan lembaga perguruan tinggi bersama-sama OPD terkait dapat mendampingi agar program Butamira ini diimplementasikan,” kata Zulfinasran.

BACA JUGA:  Pencarian Korban Banjir Torue, Tim SAR Temukan Organ Mata

Pemda Parimo pun mendorong potensi kawasan Teluk Tomini yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan untuk menjadi sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis Industri perikanan, khususnya udang vaname.

“Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaku usaha yang telah berinvestasi tambak udang intensif atau tambak udang modern berkelanjutan. Semoga terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi daerah, masyarakat Parimo maupun Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *